
Seorang muslimah menunaikan shalat seorang diri di sebuah masjid, difoto dari balik ornamen kayu bermotif bintang. Foto: Maizal Chaniago / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0
Sholat tasbih adalah salah satu shalat sunnah yang paling dikenal di kalangan muslim Indonesia, terutama menjelang malam-malam istimewa seperti sepuluh malam terakhir Ramadhan. Dinamakan demikian karena di dalamnya banyak dibaca kalimat tasbih, totalnya mencapai 300 kali dalam empat rakaat. Banyak orang ingin mengamalkannya tetapi ragu dengan hitungannya: berapa kali dibaca di setiap gerakan, kapan dibaca, dan apa niatnya. Artikel ini menjawab semuanya berdasarkan penjelasan NU Online yang merujuk kitab-kitab fikih mazhab Syafi'i, lengkap dengan niat Arab, latin, dan artinya.
Apa Itu Sholat Tasbih dan Apa Dasarnya?
Sholat tasbih, yang dalam kitab-kitab fikih juga disebut shalat at-tasabih, adalah shalat sunnah empat rakaat yang tata caranya sama dengan shalat pada umumnya, baik syarat maupun rukunnya. Yang membedakan hanyalah tambahan bacaan kalimat thayyibah dalam jumlah tertentu di beberapa posisi shalat. NU Online menyebut, dinamakan shalat tasbih karena di dalamnya banyak dibaca tasbih.
Kalimat yang dibaca berulang itu adalah subhanallah wal hamdulillah wa la ilaha illallah wallahu akbar. Dalam penjelasan Ibnu Hajar Al-Haitami di kitab Al-Minhajul Qawim, sebagaimana dikutip NU Online, disebutkan bahwa kitab Ihya menambahkan wa la haula wa la quwwata illa billah. Syekh Nawawi Al-Bantani dalam Nihayatuz Zain menulis kalimat lengkapnya sebagai berikut:
سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم
Latin: Subhanallah wal hamdulillah wa la ilaha illallah wallahu akbar, wa la haula wa la quwwata illa billahil 'aliyyil 'azhim.
Artinya: "Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Mahabesar, dan tiada daya serta kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Mahatinggi lagi Mahaagung."
Dasar kesunnahannya adalah hadits tentang Rasulullah yang mengajarkan shalat ini kepada pamannya, Sayyidina Abbas, beserta keutamaannya. NU Online mencatat hadits ini diriwayatkan antara lain oleh At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Abu Dawud. Penilaian ulama terhadap kekuatan haditsnya berbeda. Imam Nawawi dalam Al-Adzkar menyebut hadits ini dipandang lemah, tetapi ulama Syafi'iyah seperti Al-Baghawi dan Ar-Rayani tetap menetapkan kesunnahannya. Sementara Syekh Said Ba'asyin dalam Busyral Karim menilai haditsnya hasan.
Key Takeaway: Sholat tasbih adalah shalat sunnah biasa yang ditambah 300 kali bacaan tasbih. Syarat dan rukunnya tidak berubah. Perbedaan penilaian ulama tentang kekuatan haditsnya tidak menghapus kesunnahannya di kalangan ulama Syafi'iyah yang menjadi rujukan mayoritas muslim Indonesia.
Bagaimana Niat Sholat Tasbih?
Seperti shalat lainnya, niat sholat tasbih dihadirkan di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Melafalkannya sebelum takbir biasa dilakukan untuk membantu memantapkan hati. Karena sholat tasbih boleh dikerjakan dengan satu salam atau dua salam, NU Online memuat dua lafal niat yang dikutip dari kitab Perukunan Melayu, ringkasan karya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.
Niat sholat tasbih dua rakaat (dua kali salam)
أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَسْبِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli sunnat tasbihi rak'ataini lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku menyengaja sembahyang sunnah tasbih dua rakaat karena Allah Ta'ala."
Niat sholat tasbih empat rakaat (sekali salam)
أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَسْبِيْحِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli sunnat tasbihi arba'a raka'atin lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku menyengaja sembahyang sunnah tasbih empat rakaat karena Allah Ta'ala."
Pilih lafal yang sesuai dengan cara yang akan Anda kerjakan. Bila hendak shalat dengan dua salam, niat dua rakaat dibaca dua kali, yaitu di awal rakaat pertama dan di awal rakaat ketiga. Bila hendak shalat empat rakaat dengan sekali salam, cukup satu kali niat empat rakaat di awal. Untuk mengenali lebih jauh makna takbir pembuka, Anda bisa membaca ulasan doa takbiratul ihram, dan untuk bacaan pembuka sesudahnya ada doa iftitah.
Catatan: Niat adalah urusan hati. Lafal di atas hanya membantu menghadirkan niat, bukan syarat sah. Orang yang lupa melafalkan, tetapi hatinya sudah berniat sholat tasbih saat takbiratul ihram, shalatnya tetap sah.
Bagaimana Tata Cara Sholat Tasbih 4 Rakaat?
Pada dasarnya gerakan dan bacaan sholat tasbih sama seperti shalat sunnah lainnya: takbiratul ihram, doa iftitah, Al-Fatihah, surat, rukuk, i'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya. Bacaan wajib di setiap rukun tetap dibaca seperti biasa. Kalimat tasbih dibaca sesudahnya, sebelum berpindah ke gerakan berikutnya. NU Online, merujuk Ibnu Hajar Al-Haitami, merinci urutannya sebagai berikut untuk setiap rakaat:
- Berdiri, setelah membaca Al-Fatihah dan surat. Sebelum rukuk, baca tasbih 15 kali.
- Rukuk. Setelah bacaan rukuk, baca tasbih 10 kali, lalu bangun untuk i'tidal.
- I'tidal. Baca tasbih 10 kali sebelum turun untuk sujud.
- Sujud pertama. Baca tasbih 10 kali sebelum bangun.
- Duduk di antara dua sujud. Baca tasbih 10 kali sebelum sujud kedua.
- Sujud kedua. Baca tasbih 10 kali.
- Duduk istirahat setelah sujud kedua. Jangan langsung berdiri. Duduk dulu dan baca tasbih 10 kali, baru bangun ke rakaat berikutnya. Pada rakaat kedua dan keempat, 10 kali ini dibaca setelah tasyahud, sebelum salam atau sebelum berdiri.
Jumlahnya dalam satu rakaat adalah 15 ditambah enam kali 10, yaitu 75 kali. Karena shalatnya empat rakaat, total bacaan tasbih menjadi 300 kali. Hitungan inilah yang membuat sholat tasbih jauh lebih lama dibanding shalat sunnah lain, sehingga banyak orang memakai jari atau alat hitung agar tidak tertukar.
Soal surat yang dibaca setelah Al-Fatihah, Syekh Nawawi Al-Bantani dalam Nihayatuz Zain menganjurkan awal surat Al-Hadid, Al-Hasyr, As-Shaf, dan At-Taghabun. Kalau tidak hafal, boleh membaca Az-Zalzalah, Al-'Adiyat, At-Takatsur, dan Al-Ikhlas. Anjuran ini bukan syarat, jadi surat pendek lain yang Anda hafal tetap sah dibaca.
Persiapan sebelum memulai
Karena sholat tasbih memakan waktu lebih lama dibanding shalat sunnah dua rakaat biasa, persiapan kecil membuatnya lebih khusyuk. Pastikan wudhu sudah sempurna dan tempat shalat tenang, jauh dari gangguan. Hafalkan dulu urutan posisi bacaan tasbih, karena yang paling sering membuat bingung bukan bacaannya, melainkan kapan tasbih dibaca dan berapa kali. Bagi yang baru pertama kali, tidak ada salahnya berlatih urutannya lebih dulu di luar shalat sampai hafal. Pilih juga waktu yang longgar, misalnya malam hari setelah tidur sejenak, supaya tidak terburu-buru menyelesaikan 300 bacaan. Kalau ingin menyegarkan kembali tata cara bersuci, panduan bacaan wudhu lengkap bisa dibaca lebih dulu.
Riwayat Ibnu Abbas dan riwayat Ibnu Mas'ud
NU Online juga menukil adanya dua riwayat tentang posisi bacaan tasbih. Cara yang dirinci di atas adalah riwayat Ibnu Abbas, yang menurut Syekh Nawawi Al-Bantani lebih kuat. Dalam riwayat Ibnu Mas'ud, 15 kali tasbih dibaca setelah takbiratul ihram sebelum Al-Fatihah, lalu 10 kali setelah surat, dan tidak ada bacaan tasbih saat duduk istirahat maupun setelah tasyahud. Jumlah totalnya tetap 75 kali per rakaat.
| Posisi | Riwayat Ibnu Abbas | Riwayat Ibnu Mas'ud |
|---|---|---|
| Setelah takbiratul ihram, sebelum Al-Fatihah | Tidak ada | 15 kali |
| Setelah surat, sebelum rukuk | 15 kali | 10 kali |
| Rukuk | 10 kali | 10 kali |
| I'tidal | 10 kali | 10 kali |
| Sujud pertama | 10 kali | 10 kali |
| Duduk di antara dua sujud | 10 kali | 10 kali |
| Sujud kedua | 10 kali | 10 kali |
| Duduk istirahat atau setelah tasyahud | 10 kali | Tidak ada |
| Jumlah per rakaat | 75 kali | 75 kali |
Pro Tip: Agar tidak kehilangan hitungan, gunakan hitungan jari: lipat satu jari setiap selesai satu kalimat tasbih. Untuk posisi 15 kali, tambahkan lima hitungan setelah sepuluh jari pertama selesai. Jangan khawatir berlebihan bila ragu jumlahnya, ambil hitungan yang lebih sedikit lalu tambahkan sampai yakin genap.
Kapan Waktu dan Seberapa Sering Sholat Tasbih Dikerjakan?
Sholat tasbih tidak terikat waktu khusus. NU Online menjelaskan shalat ini boleh dikerjakan kapan saja, siang maupun malam, selama tidak pada waktu yang dilarang untuk shalat. Sebagian masyarakat muslim Indonesia mengerjakannya berjamaah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan sebagai ikhtiar meraih malam lailatul qadar, dan sebagian lagi di malam nisfu Sya'ban.
Yang membedakan siang dan malam adalah jumlah salamnya. Imam Nawawi dalam Al-Adzkar menyatakan, bila dikerjakan malam hari, beliau lebih menyukai salam di setiap dua rakaat. Bila siang hari, boleh salam di dua rakaat atau langsung empat rakaat dengan satu salam. Syekh Nawawi Al-Bantani menegaskan hal yang sama dengan dalil hadits "shalat malam itu dua rakaat dua rakaat".
Adapun frekuensinya, hadits yang dikutip NU Online dari kitab Busyral Karim memberi tingkatan anjuran yang sangat longgar: kerjakan setiap hari bila sanggup, kalau tidak setiap Jumat (sepekan sekali), kalau tidak setiap bulan, kalau tidak setiap tahun, dan kalau tidak juga, sekali seumur hidup. Imam Tajuddin As-Subki, sebagaimana dikutip dalam kitab yang sama, sampai berkata bahwa tidak ada yang mendengar besarnya keutamaan shalat ini lalu meninggalkannya kecuali orang yang meremehkan agama.
Kelonggaran ini menunjukkan bahwa sholat tasbih tidak dimaksudkan untuk membebani. Ia ibadah tambahan yang pintunya dibuka lebar, dari yang paling rajin sampai yang hanya sanggup sekali dalam hidupnya. Bagi yang sudah terbiasa shalat malam, sholat tasbih bisa disisipkan di antara rangkaian shalat tahajud, atau dikerjakan di siang hari setelah shalat rawatib pada waktu yang longgar.
Bolehkah berjamaah? NU Online menyebut sholat tasbih bisa dikerjakan berjamaah maupun sendirian. Sebagian ulama menggolongkannya sebagai shalat yang tidak disunnahkan berjamaah, tetapi bila dikerjakan berjamaah, misalnya untuk pembelajaran di majelis taklim, hal itu tidak menjadi masalah.
Doa Sholat Tasbih Sebelum Salam
Selain 300 kali tasbih, NU Online memuat sebuah doa yang dianjurkan dibaca dalam sholat tasbih. Doa ini dikutip dari kitab Nihayatuz Zain karya Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani, yang menyebutkan bahwa doa ini dibaca setelah tasyahud akhir, sebelum salam.
اَللّٰهُمَّ إنِّي أَسْأَل.
Latin: Allahumma inni as'aluka taufiqa ahlil huda, wa a'mala ahlil yaqin, wa munashahata ahlit taubah, wa 'azma ahlis shabri, wa wajala ahlil khasyyah, wa thalaba ahlir raghbah, wa ta'abbuda ahlil wara'i, wa 'irfana ahlil 'ilmi hatta akhafak. Allahumma inni as'aluka makhafatan tahjizuni 'an ma'ashika hatta a'mala bi tha'atika 'amalan astahiqqu bihi ridhaka wa hatta unashihaka bit taubah, khaufan minka hatta akhlusha lakan nashihata haya'an minka wa hatta atawakkala 'alaika fil umuri kulliha wa hatta akuna uhsinuz zhanna bika, subhana khaliqin nur.
Artinya: "Ya Allah, kepada-Mu aku meminta petunjuk mereka yang terima hidayah, amal-amal orang yang yakin, ketulusan mereka yang bertobat, keteguhan hati mereka yang bersabar, kekhawatiran mereka yang takut (kepada-Mu), doa mereka yang berharap, ibadah mereka yang wara', dan kebijaksanaan mereka yang berilmu agar aku menjadi takut kepada-Mu. Ya Allah, masukkanlah rasa takut di kalbuku yang dapat menghalangi diri ini untuk mendurhakai-Mu. Dengan demikian aku dapat beramal saleh yang mengantarkanku pada ridha-Mu, dan aku bertobat setulusnya karena takut kepada-Mu. Dengan itu pula aku beribadah secara tulus karena malu kepada-Mu. Dengan rasa takut itu aku menyerahkan segala urusanku kepada-Mu. Karena itu juga aku dapat berbaik sangka selalu kepada-Mu. Mahasuci Engkau Pencipta cahaya."
Isi doa ini layak direnungkan. Ia tidak meminta hal duniawi, melainkan memohon sifat-sifat orang saleh: hidayah, keyakinan, tobat yang tulus, kesabaran, dan rasa takut kepada Allah yang mencegah maksiat. Doa ini panjang, jadi tidak mengapa membacanya dengan membuka catatan pada awal-awal belajar, atau membaca sebagian yang sudah dihafal. Doa ini anjuran, bukan rukun, sehingga sholat tasbih tetap sah tanpanya. Untuk dzikir sesudah salam, Anda bisa melanjutkan dengan doa setelah sholat seperti biasa.
Kesalahan Umum saat Mengerjakan Sholat Tasbih
Karena hitungannya banyak dan jarang dikerjakan, beberapa kekeliruan sering muncul. Berikut yang paling perlu diperhatikan:
- Meninggalkan bacaan rukun karena sibuk menghitung tasbih. Bacaan rukuk, sujud, dan rukun lain tetap dibaca seperti biasa. Kalimat tasbih adalah tambahan sesudahnya, bukan pengganti.
- Langsung berdiri setelah sujud kedua. Pada riwayat Ibnu Abbas, ada duduk istirahat berisi 10 kali tasbih sebelum bangun. Bagian ini paling sering terlewat.
- Lupa 10 kali tasbih setelah tasyahud. Pada rakaat kedua dan keempat, 10 kali tasbih dibaca setelah tasyahud, sebelum salam.
- Mengerjakan pada waktu terlarang. Sholat tasbih tidak boleh dikerjakan pada waktu yang dilarang untuk shalat sunnah.
- Menganggap harus berjamaah atau harus di malam tertentu. Sholat tasbih boleh sendirian dan boleh kapan saja, siang maupun malam.
- Was-was berlebihan soal hitungan. Bila ragu sudah berapa kali, ambil jumlah yang lebih sedikit lalu genapkan, lalu lanjutkan shalat dengan tenang.
Ringkasan: Sholat tasbih adalah shalat sunnah empat rakaat dengan 75 kali tasbih per rakaat, total 300 kali. Niatnya dibaca sesuai jumlah salam, siang lebih utama satu salam dan malam dua salam. Kerjakan kapan saja di luar waktu terlarang, idealnya rutin, minimal sekali seumur hidup.
Bila Anda ingin memastikan bacaan shalat dasar sebelum mencoba sholat tasbih, panduan bacaan sholat dan doa duduk di antara dua sujud bisa menjadi pegangan. Untuk shalat sunnah lain yang bisa dirutinkan, lihat juga doa sholat hajat dan doa sholat taubat. Pertanyaan yang lebih spesifik dengan kondisi Anda bisa diajukan lewat halaman Tanya Ustadz.
Waktu sholat hari ini. Jam Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya tersedia di jadwal sholat Jakarta hari ini, disalin dari tabel resmi Kementerian Agama RI lengkap dengan tabel 30 hari. Untuk wilayah lain, buka jadwal sholat per kota.
Sumber Rujukan
- NU Online - Tata Cara Pelaksanaan Shalat Tasbih (Ibnu Hajar Al-Haitami, Al-Minhajul Qawim; Imam Nawawi, Al-Adzkar)
- NU Online - Ini Lafal Niat Shalat Tasbih (Perukunan Melayu; Nihayatuz Zain)
- NU Online - Anjuran Shalat Tasbih Sekali Seumur Hidup
- NU Online - Keutamaan Shalat Tasbih menurut Rasulullah SAW (Busyral Karim)
- NU Online - Doa Shalat Sunnah Tasbih (Nihayatuz Zain)
- Wikimedia Commons - Shalat di Masjid, foto Maizal Chaniago (foto sampul, CC BY-SA 4.0)
Catatan redaksi. Artikel ini disusun oleh Tim Redaksi Ngajia dengan merujuk sumber di atas, dan dalil serta kutipannya dicocokkan dengan sumber oleh tim redaksi sebelum terbit. Untuk pertanyaan fikih yang bersifat khusus dan berkaitan dengan kondisi pribadi Anda, silakan bertanya melalui Tanya Ustadz atau merujuk langsung kepada ustadz dan lembaga fatwa resmi.


