NgajiaRujukan Keislaman Harian
Jadwal SholatDoa & DzikirKisah TeladanGaya HidupArtikelUmroh & HajiTanya UstadzKalkulator ZakatArah Kiblat
Doa

Harapan dan Doa untuk Anak Laki-laki: Bacaan, Arti, dan Adabnya

Harapan dan doa untuk anak laki-laki adalah cara orang tua muslim mengiringi pertumbuhan putranya dengan permohonan kepada Allah agar ia tumbuh menjadi anak yang saleh, terlindungi, berkah, dan berbakti. Selain memohon kesalehan, orang tua dianjurkan membaca doa perlindungan yang dahulu dibaca Rasulullah untuk cucunya Hasan dan Husein, serta doa keberkahan agar anak ditakdirkan taat dan berbakti kepada kedua orang tuanya.

Harapan dan Doa untuk Anak Laki-laki: Bacaan, Arti, dan Adabnya

Foto sampul: seorang anak laki-laki belajar mengaji Al-Qur'an bersama kakeknya di sebuah kebun bambu, ditemani kakak perempuannya. Foto oleh Dikyedarling, CC BY-SA 4.0, melalui Wikimedia Commons (dipotong dan diperkecil).

Harapan dan doa untuk anak laki-laki adalah cara orang tua muslim mengiringi pertumbuhan putranya dengan permohonan kepada Allah agar ia tumbuh menjadi anak yang saleh, terlindungi, berkah, dan berbakti. Berbeda dengan doa memohon agar dikaruniai keturunan, harapan dan doa dalam artikel ini ditujukan untuk anak yang sudah lahir dan sedang dibesarkan. Selain memohon kesalehan, orang tua dianjurkan membaca doa perlindungan yang dahulu dibaca Rasulullah untuk kedua cucunya, Hasan dan Husein, serta doa keberkahan agar anak ditakdirkan taat dan berbakti kepada kedua orang tuanya. Artikel ini menghimpun doa-doa tersebut lengkap dengan tulisan Arab, latin, dan artinya, sekaligus membahas harapan Islami untuk anak laki-laki dan adab memanjatkannya, sebagaimana dihimpun dari laman NU Online.

Harapan Islami untuk Anak Laki-laki

Kehadiran seorang anak laki-laki, seperti halnya anak perempuan, adalah amanah sekaligus kabar gembira bagi kedua orang tua. NU Online menggambarkan bahwa memiliki anak keturunan yang baik dan saleh merupakan kebanggaan tersendiri bagi orang tua, karena keturunan adalah generasi penerus bagi keduanya. Namun harapan yang diajarkan Islam tidak berhenti pada anak sebagai penerus nama atau garis keluarga. Yang lebih ditekankan adalah kualitas: anak yang berkepribadian luhur lahir dan batin, taat kepada Allah, dan berakhlak mulia kepada sesama.

Karena itu, ketika seorang ayah atau ibu menaruh harapan pada putranya, sebaiknya harapan itu ditata mengikuti urutan yang diajarkan agama. Pertama, harapan agar ia menjadi anak yang saleh, yaitu anak yang menjaga hubungannya dengan Allah lewat ibadah dan menjaga hubungannya dengan manusia lewat akhlak. Kedua, harapan agar ia menjadi anak yang berbakti (birrul walidain), sebab bakti kepada orang tua adalah salah satu ciri utama anak yang baik dalam Al-Qur'an. Ketiga, harapan agar ia tumbuh sehat, terlindungi dari keburukan, dan kelak menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat.

Perlu ditegaskan sejak awal bahwa dalam urusan kesalehan, harapan untuk anak laki-laki dan anak perempuan pada dasarnya sama. Keduanya sama-sama diharapkan menjadi hamba Allah yang taat dan anak yang berbakti. Yang sering dilekatkan secara khusus pada anak laki-laki adalah peran sebagai penerus dan, kelak, sebagai kepala keluarga yang bertanggung jawab. Meski begitu, fondasinya tetap satu, yakni kesalehan. Sebab anak laki-laki yang saleh dengan sendirinya cenderung tumbuh menjadi pemimpin keluarga yang adil, pencari nafkah yang jujur, dan pelindung yang penyayang.

Di sinilah doa mengambil peran. NU Online mengingatkan bahwa salah satu cara mencapai harapan-harapan itu adalah berikhtiar dengan doa, karena doa orang tua sangat diperlukan bagi pertumbuhan kepribadian anak. Orang tua boleh saja menyiapkan sekolah terbaik dan lingkungan yang baik, tetapi tanpa doa, semua ikhtiar itu terasa timpang. Doa adalah pengakuan bahwa hati anak berada dalam genggaman Allah, dan orang tua hanyalah perantara yang diberi kepercayaan untuk merawat dan mengarahkan.

Salah satu alasan mengapa harapan akan anak yang saleh begitu ditekankan adalah karena manfaatnya melampaui usia dunia. Dalam ajaran Islam, anak yang saleh yang mendoakan orang tuanya menjadi salah satu amal yang pahalanya terus mengalir bahkan setelah orang tua wafat. Karena itu, mendidik dan mendoakan anak laki-laki agar saleh sesungguhnya juga merupakan bekal bagi kehidupan orang tua di akhirat, bukan semata demi kebanggaan di dunia. Cara pandang ini penting agar orang tua tidak terjebak menaruh harapan yang keliru, misalnya hanya sibuk mengejar agar putranya kelak kaya atau berpangkat, sementara sisi kesalehan dan akhlaknya justru terabaikan. Menata ulang harapan sejak dini akan membuat setiap doa yang dipanjatkan lebih terarah dan lebih tenang.

Tiga harapan Islami untuk anak laki-laki berurutan: menjadi anak saleh yang menjaga ibadah dan akhlak, menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, lalu tumbuh sehat, terlindungi, dan bermanfaat
Kesalehan diletakkan paling depan karena dua harapan lain tumbuh darinya. Sumber: NU Online Jatim dan NU Online Lampung, 8 Doa yang Cocok untuk Kebaikan Anak dan Keturunan, diagram oleh Ngajia.
Key Takeaway: Harapan tertinggi untuk anak laki-laki dalam Islam adalah kesalehan, bukan sekadar kesuksesan duniawi. Anak laki-laki yang saleh biasanya tumbuh menjadi penerus yang baik, berbakti, dan bertanggung jawab. Doa orang tua adalah ikhtiar yang menyertai setiap harapan itu.

Doa Memohon Anak Laki-laki yang Saleh

Al-Qur'an merekam beberapa doa para nabi yang memohon keturunan yang saleh, seperti doa Nabi Ibrahim agar dikaruniai anak yang termasuk golongan orang saleh, doa Nabi Zakariya yang meminta keturunan yang baik, serta doa agar diri dan anak cucu menjadi penegak shalat. Lafal-lafal itu sudah kami muat lengkap dengan Arab, latin, dan artinya pada artikel tersendiri, sehingga di sini tidak kami ulang agar tidak terjadi pengulangan yang tidak perlu. Anda bisa menyimak dan menghafalnya di halaman doa anak sholeh. Doa-doa tersebut cocok dibaca baik oleh yang sedang menanti kehadiran anak maupun yang sudah memiliki putra dan ingin mendoakan kesalehannya.

Bagi orang tua yang baru saja dikaruniai anak laki-laki, menyambut kelahiran dengan rasa syukur adalah bagian dari harapan itu sendiri. Di antara bentuk syukur yang dituntunkan adalah menyembelih aqiqah sebagai ungkapan terima kasih atas karunia anak, yang pembahasannya bisa Anda baca di halaman aqiqah. Setelah itu, tugas panjang mendoakan dan mendidik baru benar-benar dimulai.

Selain doa dari lisan para nabi, Al-Qur'an juga mengabadikan doa memohon pasangan dan keturunan sebagai qurrata a'yun atau penyejuk mata dalam Surat Al-Furqan ayat 74. Karena lafal dan pembahasannya sudah kami muat tersendiri, silakan menyimaknya pada artikel doa pengantin baru. Yang perlu dipahami, semua doa memohon kesalehan itu bukan sekadar ritual, melainkan cara orang tua menautkan cita-citanya kepada sumber segala kebaikan, yaitu Allah.

Menariknya, hampir semua doa tentang anak dalam Al-Qur'an menyertakan orang tua di dalamnya. Nabi Ibrahim tidak sekadar mendoakan anaknya, tetapi berdoa "jadikanlah aku dan anak cucuku" penegak shalat. Ada pelajaran halus di sana: sebelum berharap anak laki-laki menjadi saleh, orang tua perlu lebih dulu memperbaiki dirinya, karena anak jauh lebih banyak meniru daripada mendengar. Ayah yang rajin ke masjid sedang mengajari putranya tentang shalat tanpa harus banyak memerintah.

Doa Perlindungan untuk Anak Laki-laki

Salah satu harapan paling mendasar orang tua adalah agar anaknya selalu dalam lindungan Allah, jauh dari gangguan setan, bahaya fisik, maupun pengaruh pandangan mata yang jahat. Menurut NU Online, Rasulullah mengajarkan agar rasa sayang dan kekaguman kepada anak dibarengi dengan doa memohon keberkahan dan perlindungan untuk mereka. Bahkan Rasulullah sendiri, sebagaimana disebutkan NU Online, memohonkan perlindungan kepada Allah untuk kedua cucunya, Hasan dan Husein, ketika keduanya masih kanak-kanak, dari gangguan setan dan pengaruh pandangan mata jahat. Karena Hasan dan Husein adalah dua anak laki-laki, doa ini terasa sangat pas dijadikan doa perlindungan untuk putra kita.

Berikut lafal doa perlindungan tersebut sebagaimana dihimpun NU Online:

أُعِيْذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

Latin: U'iidzukumaa bikalimaatillaahit taammaati min kulli syaithaanin wa haammatin wa min kulli 'ainin laammah.

Artinya: "Aku memohonkan perlindungan untuk kalian berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari setiap setan dan binatang melata (yang berbahaya), serta dari setiap pandangan mata yang jahat."

Doa ini asalnya dibaca untuk dua anak sekaligus, itulah sebabnya memakai kata ganti kumaa yang berarti "kalian berdua". Bila Anda hendak mendoakan satu orang anak laki-laki saja, kata gantinya cukup diubah menjadi bentuk tunggal, sehingga bacaannya menjadi u'iidzuka yang berarti "aku memohonkan perlindungan untukmu". NU Online Lampung mencatat doa ini sebagai riwayat Abu Dawud, dan meletakkannya dalam kumpulan doa untuk kebaikan anak dan keturunan.

Kata haammah dalam doa ini merujuk pada binatang berbisa atau serangga yang membahayakan, sedangkan 'ainun laammah merujuk pada pandangan mata jahat yang penuh kedengkian, atau yang dalam bahasa sehari-hari kita kenal sebagai penyakit ain. Bagi Anda yang ingin memahami lebih jauh soal penyakit ain dan cara menjaga diri darinya, kami telah membahasnya tersendiri pada artikel doa terhindar dari ain. Lafal-lafal perlindungan harian lain yang bisa dirutinkan untuk anak juga tersedia pada halaman doa memohon perlindungan.

Pro Tip: Biasakan membaca doa perlindungan ini ketika anak hendak tidur, saat mengantarnya ke sekolah, atau ketika Anda merasa kagum dengan tingkahnya. Justru pada saat kita kagum dan bangga itulah, menurut tuntunan Nabi, doa keberkahan perlu disertakan agar rasa takjub tidak berubah menjadi pintu keburukan bagi si anak.

Doa Keberkahan dan Agar Anak Berbakti

Setelah memohon kesalehan dan perlindungan, harapan orang tua biasanya berlanjut pada satu hal yang sangat dirindukan: memiliki anak yang berbakti. Anak laki-laki yang berbakti kelak menjadi penopang di hari tua orang tuanya, sekaligus menjadi ladang pahala yang tidak terputus. NU Online menghimpun sebuah doa yang secara khusus memohon keberkahan sekaligus bakti anak. Berikut lafalnya:

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لِي فِي أَوْلَادِي وَلَا تَضُرَّهُمْ وَوَفِّقْهُمْ لِطَاعَتِكَ وَارْزُقْنِي بِرَّهُمْ

Latin: Allaahumma baarik lii fii awlaadii wa laa tadhurrahum wa waffiqhum lithaa'atika warzuqnii birrahum.

Artinya: "Ya Allah, berkahilah aku pada anak-anakku, janganlah Engkau timpakan bahaya kepada mereka, berilah mereka taufik untuk taat kepada-Mu, dan karuniakanlah kepadaku bakti mereka."

Doa ini indah karena merangkum empat permintaan sekaligus dalam satu tarikan napas. Pertama, memohon keberkahan atas anak, bukan sekadar jumlah atau prestasi, melainkan kebaikan yang langgeng. Kedua, memohon agar anak dijauhkan dari segala bahaya, baik bahaya fisik maupun bahaya yang merusak agama dan akhlaknya. Ketiga, memohon taufik agar anak dimudahkan menjalankan ketaatan kepada Allah, sebab ketaatan adalah pemberian dari-Nya. Keempat, memohon agar orang tua sendiri dikaruniai bakti anak, sebuah pengakuan jujur bahwa bakti seorang anak pun merupakan rezeki dari Allah, bukan sesuatu yang bisa dipaksakan.

Empat permintaan dalam doa Allahumma barik li fi awladi: memohon keberkahan pada anak, memohon anak dijauhkan dari bahaya, memohon taufik agar anak taat kepada Allah, dan memohon agar orang tua dikaruniai bakti anak
Satu doa pendek memuat empat permintaan sekaligus, dan permintaan terakhirnya justru untuk orang tua. Sumber: NU Online Lampung, Kumpulan Doa untuk Kesuksesan Anak dan Keturunan, diagram oleh Ngajia.

Meski lafalnya memakai bentuk jamak awlaadii yang berarti "anak-anakku", doa ini tetap sah dan tepat dibaca oleh orang tua yang baru memiliki satu anak laki-laki. Isinya mewakili harapan setiap orang tua terhadap putranya: diberkahi, dijaga, ditaufik untuk taat, dan kelak berbakti. Anda juga boleh menambahkan permintaan dengan bahasa Indonesia yang paling Anda pahami, misalnya memohon agar putra Anda dimudahkan menghafal Al-Qur'an, dijauhkan dari pergaulan buruk, atau diberi rezeki yang halal, selama isinya kebaikan.

Ada baiknya diingat bahwa doa memohon anak berbakti berjalan dua arah. Anak yang kelak berbakti tidak lahir dari doa semata, tetapi juga dari teladan orang tua yang lebih dulu memuliakan orang tua mereka sendiri. Anak menyerap bagaimana ayah dan ibunya memperlakukan kakek-neneknya, lalu meniru pola yang sama ketika dewasa. Karena itu, mendoakan anak agar berbakti sebaiknya diiringi dengan memberi contoh bakti yang nyata, sebagaimana dibahas pada artikel doa ibu bapak.

Menyeimbangkan Harapan, Doa, dan Didikan

Sekuat apa pun doa dipanjatkan, Islam tidak pernah memposisikan doa sebagai pengganti usaha. Doa adalah senjata orang beriman, tetapi ia berjalan seiring dengan ikhtiar mendidik, bukan meniadakannya. Nabi Ibrahim yang doanya diabadikan Al-Qur'an tetap membangun keluarganya dengan keteladanan, kesabaran, dan pengorbanan nyata. Maka keliru bila ada orang tua yang merasa cukup rajin berdoa lalu berharap anaknya otomatis menjadi saleh tanpa dibarengi pengajaran dan keteladanan.

Harapan untuk anak laki-laki perlu diwujudkan lewat tiga ikhtiar yang berjalan bersama doa. Pertama, keteladanan orang tua, sebab anak menyerap apa yang ia lihat setiap hari. Kedua, pembiasaan dan pengajaran, seperti mengenalkan shalat, membaca Al-Qur'an, adab, dan akhlak sejak dini. Ketiga, lingkungan yang baik, mencakup pemilihan teman, sekolah, dan pergaulan yang menunjang kesalehan. Untuk panduan yang lebih lengkap soal mendidik, Anda dapat membaca mendidik anak dalam Islam, dan untuk menata rumah tangga yang menjadi ladang subur bagi tumbuhnya anak saleh, silakan menyimak membangun keluarga sakinah.

Alur ikhtiar mendidik anak laki-laki yang mengiringi doa: keteladanan orang tua, pembiasaan ibadah dan pengajaran adab, lingkungan dan pergaulan yang baik, lalu menyerahkan hasilnya kepada Allah
Doa tidak menggantikan didikan. Tiga ikhtiar ini berjalan bersamanya, lalu hasilnya diserahkan kepada Allah. Diagram oleh Ngajia dari isi artikel ini.

Supaya mudah dirujuk kembali, tabel berikut merangkum doa yang dibahas di artikel ini beserta tujuan, asal rujukan, dan waktu yang pas untuk membacanya.

Ringkasan doa untuk anak laki-laki dan waktu membacanya
DoaTujuanRujukanWaktu yang pas
U'iidzukumaa bikalimaatillaahit taammahPerlindungan dari setan, binatang berbahaya, dan pandangan mata jahatDibaca Rasulullah untuk Hasan dan Husein, riwayat Abu Dawud (NU Online Lampung)Menjelang tidur, saat mengantar sekolah, saat kagum pada anak
Allaahumma baarik lii fii awlaadiiKeberkahan, dijauhkan dari bahaya, taufik taat, dan bakti anakDihimpun NU Online LampungSetelah shalat fardhu
Doa para nabi memohon keturunan salehKesalehan anak dan keturunanAl-Qur'an, lihat artikel doa anak sholehKapan saja, terutama sepertiga malam terakhir
Doa qurrata a'yunPasangan dan keturunan sebagai penyejuk mataAl-Qur'an, Surat Al-Furqan ayat 74Kapan saja, termasuk saat berpuasa

Soal waktu, doa untuk anak boleh dipanjatkan kapan saja. Meski demikian, para ulama menyebut sejumlah waktu yang diharapkan lebih mustajab, seperti setelah shalat fardhu, sepertiga malam terakhir saat tahajud, serta ketika sedang berpuasa. Karena pembahasan waktu dan adab berdoa untuk anak sudah kami uraikan lebih rinci pada artikel doa anak sholeh, di sini cukup ditekankan bahwa yang terpenting adalah konsistensi. Doa pendek yang dibaca rutin setiap selesai shalat jauh lebih bernilai daripada doa panjang yang hanya sesekali. Pastikan pula shalat Anda tepat waktu dengan memantau jadwal sholat kota Anda.

Yang perlu dijaga adalah kejujuran hati bahwa hasil akhir tetap milik Allah. Doa yang khusyuk dan didikan yang sungguh-sungguh adalah ikhtiar terbaik yang bisa diusahakan orang tua, tetapi hidayah bukan sesuatu yang bisa dijamin. Al-Qur'an sendiri menceritakan bahwa putra Nabi Nuh tidak beriman meski ayahnya seorang nabi. Kisah ini bukan untuk membuat orang tua putus asa, melainkan mengajarkan bahwa tugas kita adalah berusaha dan berdoa sebaik mungkin, lalu menyerahkan hasilnya kepada Allah dengan lapang dada.

Catatan Penting agar Tidak Keliru

Agar harapan dan doa untuk anak laki-laki berjalan pada relnya, ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari:

  • Menjadikan doa sebagai pengganti didikan. Sebanyak apa pun doa dibaca, ia tidak menggantikan kewajiban orang tua untuk mengajar, membiasakan, dan meneladankan kebaikan.
  • Mendoakan keburukan saat marah. Doa orang tua kepada anaknya termasuk doa yang mustajab, sehingga ucapan buruk yang terlanjur keluar dalam keadaan emosi dikhawatirkan ikut dikabulkan dan merugikan anak. Latih diri untuk menahan lisan saat marah.
  • Membebani anak dengan target yang tidak realistis. Harapan agar anak menjadi saleh bukan alasan untuk memaksa putra kita menjadi sempurna atau menuntutnya melebihi kemampuannya. Kesalehan tumbuh dengan kelembutan, bukan tekanan.
  • Meyakini ada jaminan otomatis. Tidak ada satu amalan pun yang menjamin seratus persen anak menjadi saleh. Yang ada adalah ikhtiar terbaik berupa doa dan didikan, sedangkan hidayah tetap di tangan Allah.
  • Terpengaruh janji "doa instan" yang berlebihan. Waspadai konten yang menjanjikan anak pasti menjadi tertentu hanya dengan membaca lafal ajaib sekian kali. Doa adalah ibadah dan ikhtiar, bukan mantra bergaransi.

Perlu ditambahkan, dalam mengamalkan doa berbahasa Arab, sebaiknya kita membaca lafal yang memang bersumber dan sudah dipastikan bacaannya, bukan mengarang atau menyalin sembarangan dari sumber yang tidak jelas. Doa-doa dalam artikel ini kami himpun dari laman NU Online agar bacaannya dapat dipertanggungjawabkan.

Ringkasan: Harapan dan doa untuk anak laki-laki berpusat pada kesalehan, perlindungan, keberkahan, dan bakti. Bacalah doa memohon kesalehan (lihat artikel doa anak sholeh), doa perlindungan yang dibaca Rasulullah untuk Hasan dan Husein, serta doa keberkahan agar anak ditaufik untuk taat dan berbakti. Doa orang tua mustajab, tetapi tetap harus diiringi didikan, dan hasil akhirnya milik Allah.

Bila Anda menghadapi persoalan pribadi seputar mendidik atau mendoakan anak, atau ingin bertanya lebih lanjut soal bacaan doa dan adabnya, silakan berkonsultasi lewat halaman Tanya Ustadz atau kepada ustadz yang Anda percaya di lingkungan sekitar.

Catatan redaksi. Artikel ini disusun oleh Tim Redaksi Ngajia dengan merujuk sumber di atas, dan dalil serta kutipannya dicocokkan dengan sumber oleh tim redaksi sebelum terbit. Untuk pertanyaan fikih yang bersifat khusus dan berkaitan dengan kondisi pribadi Anda, silakan bertanya melalui Tanya Ustadz atau merujuk langsung kepada ustadz dan lembaga fatwa resmi.

FAQ

Pertanyaan seputar harapan dan doa untuk anak laki-laki

TApa doa perlindungan untuk anak laki-laki yang diajarkan Rasulullah?

Rasulullah membaca 'U'iidzukumaa bikalimaatillaahit taammaati min kulli syaithaanin wa haammatin wa min kulli 'ainin laammah' untuk melindungi kedua cucunya, Hasan dan Husein, dari gangguan setan, binatang berbahaya, dan pandangan mata jahat. Bila untuk satu anak, kata gantinya diubah menjadi tunggal (u'iidzuka).

TApa perbedaan artikel ini dengan doa anak sholeh?

Doa anak sholeh berfokus pada doa memohon agar dikaruniai keturunan yang saleh, cocok bagi yang belum atau baru menanti anak. Artikel ini berfokus pada harapan dan doa untuk anak laki-laki yang sudah lahir, yaitu doa memohon perlindungan, keberkahan, dan agar ia menjadi anak yang taat serta berbakti.

TApa doa agar anak laki-laki menjadi anak yang berbakti?

Salah satu doa yang dihimpun NU Online adalah 'Allaahumma baarik lii fii awlaadii wa laa tadhurrahum wa waffiqhum lithaa'atika warzuqnii birrahum', yang berarti memohon keberkahan atas anak, agar mereka dijauhkan dari bahaya, ditaufik untuk taat kepada Allah, dan agar orang tua dikaruniai bakti mereka.

TApakah harapan untuk anak laki-laki berbeda dengan anak perempuan dalam Islam?

Dalam hal kesalehan, harapan untuk anak laki-laki dan perempuan pada dasarnya sama, yaitu menjadi hamba yang taat dan anak yang berbakti. Yang sering dilekatkan khusus pada anak laki-laki adalah peran sebagai penerus dan kelak kepala keluarga, tetapi fondasinya tetap kesalehan.

TKapan waktu terbaik mendoakan anak laki-laki?

Doa untuk anak boleh dibaca kapan saja. Sejumlah waktu yang diharapkan lebih mustajab antara lain setelah shalat fardhu, sepertiga malam terakhir saat tahajud, dan ketika berpuasa. Yang terpenting adalah konsistensi, misalnya merutinkan doa singkat setiap selesai shalat.

TApakah cukup berdoa saja agar anak laki-laki menjadi saleh?

Tidak cukup. Dalam Islam doa mengiringi ikhtiar, bukan menggantikannya. Anak yang saleh adalah buah dari doa sekaligus didikan, yaitu keteladanan orang tua, pembiasaan ibadah, dan lingkungan yang baik. Hasil akhirnya tetap milik Allah, sehingga tidak ada jaminan otomatis.

TBolehkah mendoakan anak laki-laki dengan bahasa Indonesia?

Boleh. Selain membaca lafal Arab yang bersumber, orang tua boleh menambahkan permintaan dengan bahasa yang paling dipahami, misalnya memohon agar putranya dimudahkan menghafal Al-Qur'an, dijauhkan dari pergaulan buruk, atau diberi rezeki yang halal. Syaratnya isi doanya berupa kebaikan dan tidak diklaim sebagai lafal yang diajarkan Nabi.

Artikel Terkait

Bacaan lain seputar doa