Keluarga sakinah adalah bangunan rumah tangga yang mampu menumbuhkan rasa kasih sayang antaranggota keluarga sehingga terwujud rasa aman, tenteram, damai, dan bahagia, sejahtera di dunia maupun akhirat. Cita-cita ini berakar pada firman Allah dalam Surah Ar-Rum ayat 21, dan dalam rumusan yang lebih rinci ditopang oleh lima asas yang seluruhnya bersumber dari Al-Quran.
وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً
"Dia menciptakan pasangan-pasangan untuk kalian dari diri kalian sendiri, agar kalian merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan rasa kasih dan sayang di antara kalian." (QS Ar-Rum: 21)
Makna sakinah, mawaddah, dan rahmah
Tiga kata kunci ini menggambarkan tahapan dan suasana ideal sebuah keluarga. Sakinah berarti ketenangan dan ketenteraman batin di dalam rumah. Mawaddah adalah rasa cinta dan kasih sayang yang lekat antara suami dan istri. Rahmah adalah belas kasih, kesabaran, dan kesediaan saling memaafkan, terutama ketika keluarga menghadapi ujian. Ketiganya tidak muncul otomatis, melainkan tumbuh melalui usaha yang sadar dan berkelanjutan.
Lima asas keluarga sakinah
Rumusan lima asas berikut membantu keluarga menata prinsip hidup bersama secara adil dan bermartabat:
- Karamah insaniyah (kemuliaan manusia). Menempatkan suami dan istri sebagai makhluk Allah yang mulia dan setara nilainya. Dalilnya Surah Al-Isra ayat 70.
- Hubungan kesetaraan. Setiap manusia memiliki nilai yang sama; perbedaan peran tidak mengubah nilai kemanusiaan. Dalilnya Surah Al-Hujurat ayat 13.
- Keadilan. Berlaku adil terhadap diri sendiri, pasangan, anak, orang tua, dan kerabat. Dalilnya Surah An-Nisa ayat 135.
- Mawaddah wa rahmah. Menjaga rasa cinta dan upaya melindungi anggota keluarga secara sukarela. Dalilnya Surah Ar-Rum ayat 21.
- Pemenuhan kebutuhan dunia dan akhirat. Memenuhi kebutuhan spiritual, pendidikan, ekonomi, sosial, kesehatan, dan lingkungan.
Akidah dan ibadah sebagai fondasi
Ketahanan keluarga tidak cukup dibangun di atas kecukupan materi. Pembinaan akidah dan ibadah menjadi fondasi yang menjaga keluarga tetap kokoh saat menghadapi guncangan. Keluarga yang terbiasa beribadah bersama, saling mengingatkan dalam kebaikan, dan menjadikan Allah sebagai pusat orientasi hidup akan lebih tahan menghadapi konflik dan tekanan zaman.
Sakinah sebagai proyek seumur hidup
Membangun keluarga sakinah adalah kerja sama jangka panjang antara suami dan istri, bukan tanggung jawab satu pihak saja. Dengan menempatkan kemuliaan manusia, kesetaraan, keadilan, cinta kasih, dan pemenuhan kebutuhan lahir batin sebagai pegangan bersama, sebuah keluarga dapat menghadirkan ketenteraman yang menjadi bekal kebahagiaan dunia dan akhirat.
Sumber & rujukan
- Muhammadiyah - Begini Pengertian dan Asas Keluarga Sakinah dalam Islam
- Muhammadiyah - Khutbah Jumat: Membangun Keluarga Sakinah Berdasarkan Al-Quran
- Muhammadiyah - Pentingnya Pembinaan Akidah dan Ibadah dalam Membangun Keluarga Sakinah
- Muhammadiyah - Konsep Keluarga Sakinah Rujukan Mewujudkan Ketahanan Keluarga
Ditulis oleh Tim Redaksi Ngajia dan ditinjau Dewan Editorial Syariah. Untuk kasus fikih khusus, silakan merujuk kepada ustadz atau lembaga fatwa resmi.