Muamalah yang adil membuat setiap pihak memahami apa yang diterima, apa yang diberikan, dan risiko apa yang disepakati. Keadilan tidak selalu berarti semua orang menerima jumlah yang sama, tetapi setiap hak diberikan sesuai kesepakatan dan keadaan yang sebenarnya.
Jelas dalam akad
Jelaskan barang atau jasa, harga, waktu, cara bayar, dan syarat pembatalan. Hindari istilah yang sengaja dibuat kabur agar satu pihak dapat mengubah aturan setelah transaksi berlangsung. Bila akad rumit, mintalah penjelasan dari orang yang memahami fikih muamalah dan aturan yang berlaku.
Tidak memanfaatkan kelemahan
Jangan memanfaatkan ketidaktahuan, keadaan darurat, atau kebutuhan mendesak orang lain untuk memaksakan harga dan syarat yang tidak wajar. Penjual dan pembeli sama-sama perlu memiliki kesempatan memahami sebelum menyetujui transaksi.
Menyelesaikan sengketa dengan bukti
Simpan kontrak, kuitansi, percakapan, dan bukti pembayaran. Jika terjadi masalah, mulai dengan klarifikasi dan tawarkan penyelesaian yang proporsional. Bila tidak selesai, gunakan mediator atau jalur resmi, bukan ancaman dan pembukaan aib.
Sumber & rujukan
Ditulis oleh Tim Redaksi Ngajia dengan dalil dan kutipan yang dicocokkan ke sumbernya. Untuk kasus fikih khusus, silakan merujuk kepada ustadz atau lembaga fatwa resmi.