NgajiaRujukan Keislaman Harian
Jadwal SholatDoa & DzikirKisah TeladanGaya HidupArtikelUmroh & HajiTanya UstadzKalkulator ZakatArah Kiblat
Muamalah & Keuangan Syariah

Adab Utang Piutang dalam Islam

Adab utang piutang mencakup pencatatan, kesepakatan waktu, kejujuran tentang kemampuan, dan kewajiban membayar tanpa menzalimi pihak lain.

Utang piutang dibolehkan sebagai bentuk tolong-menolong, tetapi ia tetap menjadi amanah yang perlu dikelola dengan jelas sejak awal. Keluarga dan pertemanan sering rusak bukan karena jumlah utangnya besar, melainkan karena kesepakatan tidak pernah dibicarakan.

Catat jumlah dan waktunya

Al-Baqarah ayat 282 mengajarkan pentingnya menulis transaksi utang dengan waktu yang ditentukan. Catatan sederhana dapat memuat jumlah, tanggal, jadwal pembayaran, biaya yang disepakati, dan cara mengubah kesepakatan jika keadaan berubah.

Jujur tentang kemampuan

Orang yang meminjam perlu menyampaikan kemampuan realistis, bukan menjanjikan tanggal yang tidak mungkin dipenuhi. Pemberi pinjaman pun sebaiknya tidak menekan peminjam dengan tambahan yang tidak disepakati atau mempermalukan mereka di depan umum.

Membayar dan berkomunikasi

Bayar tepat waktu bila mampu. Jika terjadi kesulitan, sampaikan sebelum jatuh tempo dan ajukan rencana baru. Kelonggaran dapat menjadi kebaikan, tetapi tidak boleh dianggap sebagai alasan untuk menghilangkan amanah atau menghindari komunikasi.

Prinsip aman: jangan berutang untuk gaya hidup yang tidak perlu, catat kesepakatan, dan jaga hak kedua belah pihak.

Sumber & rujukan

  1. Al-Baqarah ayat 282 - Quran NU Online
  2. Muhammadiyah - Menunda Pembayaran Utang Bisa Menjadi Kezaliman

Ditulis oleh Tim Redaksi Ngajia dengan dalil dan kutipan yang dicocokkan ke sumbernya. Untuk kasus fikih khusus, silakan merujuk kepada ustadz atau lembaga fatwa resmi.

Artikel Terkait

Lanjutkan bacaan Anda

Amal & Rekomendasi

Wujudkan gaya hidup muslim dalam amal nyata