NgajiaRujukan Keislaman Harian
Jadwal SholatDoa & DzikirKisah TeladanGaya HidupArtikelUmroh & HajiTanya UstadzKalkulator ZakatArah Kiblat
Perbandingan

Perbandingan Penetapan Awal Ramadan: NU vs Muhammadiyah vs Pemerintah

Pemerintah dan NU sama-sama memakai kriteria imkanur rukyat tinggi hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat yang diukur di wilayah Indonesia, lalu dikonfirmasi rukyat. Muhammadiyah sejak 1 Muharram 1447 H memakai Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) dengan tinggi 5 derajat dan elongasi 8 derajat di mana pun di dunia, dengan konjungsi sebelum pukul 24.00 UTC. Karena cakupannya global, awal Ramadan 1447 H versi Muhammadiyah (18 Februari 2026) jatuh sehari lebih awal dari penetapan pemerintah (19 Februari 2026).

Diperbarui | Oleh Tim Redaksi Ngajia

Kriteria pembandingan

  • Metode: rukyat (pengamatan hilal) atau hisab (perhitungan).
  • Tinggi hilal minimum: ketinggian bulan sabit di atas ufuk saat matahari terbenam.
  • Elongasi minimum: jarak sudut bulan dari matahari.
  • Wilayah berlaku dan siapa yang memakai: organisasi dan cakupan wilayah kriteria.
Kriteria penetapan awal bulan hijriah
PihakMetodeTinggi hilal minimumElongasi minimumWilayah berlakuAwal Ramadan 1447 H
Pemerintah (Kemenag, kriteria MABIMS)Hisab imkanur rukyat + rukyat, diputuskan sidang isbat3 derajat6,4 derajatWilayah Indonesia; dipakai di Indonesia sejak 2022Kamis, 19 Februari 2026
NU (Lembaga Falakiyah PBNU)Rukyatul hilal dengan kriteria Imkan Rukyah NU (SK LF PBNU 001/2022)3 derajat (tinggi mar'i)6,4 derajat (elongasi haqiqi)Wilayah IndonesiaHadir di sidang isbat yang menetapkan 19 Februari 2026
Muhammadiyah (KHGT)Hisab, Kalender Hijriah Global Tunggal5 derajat8 derajatSeluruh dunia, konjungsi sebelum 24.00 UTCRabu, 18 Februari 2026

Tabel diperbarui 27 September 2026.

Kenapa awal Ramadan 1447 H berbeda

Konjungsi terjadi Selasa, 17 Februari 2026 pukul 12.01 UTC (19.01 WIB). Menurut Muhammadiyah, kriteria KHGT terpenuhi di Alaska dengan tinggi 5 derajat 23 menit dan elongasi 8 derajat 0 menit, sehingga 1 Ramadan jatuh 18 Februari 2026.

Sidang isbat 17 Februari 2026 mencatat tinggi hilal di seluruh Indonesia masih di bawah ufuk, antara -2,41 derajat dan -0,93 derajat, sehingga belum memenuhi kriteria MABIMS. Pemerintah menetapkan 1 Ramadan pada 19 Februari 2026.

Beda utama: lokal atau global

Pemerintah dan NU mengukur hilal di wilayah Indonesia. KHGT Muhammadiyah memandang bumi sebagai satu kesatuan: bila kriteria terpenuhi di mana pun sebelum batas waktunya, tanggal baru berlaku serentak di seluruh dunia. Karena itu perbedaan bisa muncul walau angka minimumnya tidak jauh berbeda.

Panduan praktis mengikuti salah satu penetapan, termasuk soal niat dan qadha, ada di halaman Awal Puasa 2026.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa kriteria hilal NU dan pemerintah?

Keduanya memakai tinggi hilal minimum 3 derajat dan elongasi minimum 6,4 derajat, diukur di wilayah Indonesia dan dikonfirmasi rukyat.

Apa kriteria KHGT Muhammadiyah?

Tinggi hilal minimum 5 derajat dan elongasi minimum 8 derajat di mana pun di dunia, dengan konjungsi sebelum pukul 24.00 UTC. Berlaku di Muhammadiyah sejak 1 Muharram 1447 H.

Kapan awal Ramadan 1447 H?

Muhammadiyah menetapkan Rabu, 18 Februari 2026. Pemerintah melalui sidang isbat menetapkan Kamis, 19 Februari 2026.

Baca juga

Sumber

  1. Kemenag RI, Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026, diakses 27 September 2026.
  2. Kemenag RI, Hilal Awal Syawal di Indonesia Penuhi Kriteria Baru MABIMS, diakses 27 September 2026.
  3. NU Online, Rakernas Falakiyah NU Tegaskan Imkan Rukyah 3 Derajat dan Elongasi 6,4 Derajat, diakses 27 September 2026.
  4. Muhammadiyah, Mengapa Muhammadiyah Menetapkan Awal Ramadan 1447 pada 18 Februari 2026?, diakses 27 September 2026.
  5. Muhammadiyah, Tahun Baru Hijriah 1447 dan Pentingnya Kalender Hijriah Global Tunggal, diakses 27 September 2026.