أُصَلِّى سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallî sunnatam minal witri rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ.
"Aku niat shalat sunah witir 2 rakaat karena Allah ta'ala."
Ketentuan dan waktu. Witir berarti ganjil, sehingga sholat ini dikerjakan dalam jumlah rakaat ganjil. Lafal di atas untuk witir dua rakaat. Untuk yang satu rakaat, lafalnya "أُصَلِّى سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَةً لِلّٰهِ تَعَالَى" (Ushallî sunnatal witri rak‘atal lillâhi ta‘âlâ), artinya "Aku niat shalat sunah witir satu rakaat karena Allah ta'ala." Witir adalah penutup sholat malam. Waktunya sejak selesai Isya hingga menjelang Subuh. Rasulullah bersabda, "Kerjakanlah shalat witir sebagai shalat malam terakhirmu."
Tentang Niat Sholat Witir
Niat adalah rukun yang menentukan sah tidaknya ibadah. Secara syariat, niat adalah kesengajaan di dalam hati untuk mengerjakan ibadah tertentu, disertai penyebutan jenis ibadahnya. Melafalkan niat dengan lisan hukumnya sunnah, berfungsi memantapkan apa yang sudah diikrarkan di dalam hati.
Lafal Arab di atas kami salin persis dari laman rujukan yang tercantum di bawah, bukan ditulis ulang dari ingatan, sehingga dapat Anda bandingkan langsung dengan sumbernya.
Sumber Rujukan
Catatan redaksi. Lafal Arab, latin, dan terjemahan pada halaman ini disalin dari sumber di atas oleh Tim Redaksi Ngajia. Untuk pendalaman fikih dan perbedaan pendapat ulama, silakan merujuk langsung kepada sumber tersebut atau bertanya kepada ustadz dan kiai yang Anda percaya.