أُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallî sunnatad dhahâ rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ.
"Saya niat shalat sunnah Dhuha dua rakaat karena Allah ta'ala."
Ketentuan dan waktu. Niat diucapkan di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram; melafalkannya sebelum takbir hukumnya sunnah untuk memantapkan hati. Waktu Dhuha dimulai sejak matahari naik setinggi tombak (sekitar 2,5 meter) sampai matahari tergelincir (menjelang Zuhur), dengan waktu paling utama sekitar pukul 9 pagi. Sholat Dhuha dikerjakan dua rakaat satu salam, minimal dua rakaat dan maksimal dua belas rakaat. Hukumnya sunnah muakkadah.
Tentang Niat Sholat Dhuha
Niat adalah rukun yang menentukan sah tidaknya ibadah. Secara syariat, niat adalah kesengajaan di dalam hati untuk mengerjakan ibadah tertentu, disertai penyebutan jenis ibadahnya. Melafalkan niat dengan lisan hukumnya sunnah, berfungsi memantapkan apa yang sudah diikrarkan di dalam hati.
Lafal Arab di atas kami salin persis dari laman rujukan yang tercantum di bawah, bukan ditulis ulang dari ingatan, sehingga dapat Anda bandingkan langsung dengan sumbernya.
Sumber Rujukan
Catatan redaksi. Lafal Arab, latin, dan terjemahan pada halaman ini disalin dari sumber di atas oleh Tim Redaksi Ngajia. Untuk pendalaman fikih dan perbedaan pendapat ulama, silakan merujuk langsung kepada sumber tersebut atau bertanya kepada ustadz dan kiai yang Anda percaya.