أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat tahajjudi rak‘ataini lillâhi ta‘âla.
"Saya niat shalat tahajud dua rakaat karena Allah Ta'ala."
Ketentuan dan waktu. Sholat tahajud harus didahului tidur terlebih dahulu; jika belum tidur, tidak terhitung tahajud. Rukun niat minimalnya adalah menyengaja dan menentukan jenis sholat ("Ushallî sunnatat tahajjudi"), sedangkan menyebut "lillâhi ta'âlâ", jumlah rakaat, dan menghadap kiblat hukumnya sunnah. Jumlah rakaat paling sedikit dua dan paling banyak dua belas rakaat. Dikutip dari kitab Fashalatan karya KH R Asnawi Kudus dan Mathla'ul Badrain.
Tentang Niat Sholat Tahajud
Niat adalah rukun yang menentukan sah tidaknya ibadah. Secara syariat, niat adalah kesengajaan di dalam hati untuk mengerjakan ibadah tertentu, disertai penyebutan jenis ibadahnya. Melafalkan niat dengan lisan hukumnya sunnah, berfungsi memantapkan apa yang sudah diikrarkan di dalam hati.
Lafal Arab di atas kami salin persis dari laman rujukan yang tercantum di bawah, bukan ditulis ulang dari ingatan, sehingga dapat Anda bandingkan langsung dengan sumbernya.
Catatan redaksi. Lafal Arab, latin, dan terjemahan pada halaman ini disalin dari sumber di atas oleh Tim Redaksi Ngajia. Untuk pendalaman fikih dan perbedaan pendapat ulama, silakan merujuk langsung kepada sumber tersebut atau bertanya kepada ustadz dan kiai yang Anda percaya.