Keluarga yang sehat bukan keluarga tanpa masalah, melainkan keluarga yang memiliki cara aman untuk membicarakan masalah. Komunikasi yang baik membantu pasangan dan anak menyampaikan kebutuhan sebelum kekecewaan berubah menjadi ledakan.
Mendengar untuk memahami
Saat anggota keluarga bercerita, tahan keinginan untuk langsung menghakimi atau memberi solusi. Ulangi inti yang dipahami, tanyakan apakah mereka ingin didengarkan atau dibantu, lalu berikan tanggapan sesuai kebutuhan.
Menyampaikan kebutuhan dengan jelas
Gunakan kalimat yang menjelaskan situasi, perasaan, dan permintaan. Misalnya, “Saya lelah setelah pekerjaan rumah selesai, bisakah kita membagi tugas malam ini?” lebih mudah dipahami daripada sindiran. Hindari membawa semua kesalahan masa lalu ke setiap konflik.
Berbeda tanpa merendahkan
Perbedaan pendapat tidak membenarkan bentakan, ancaman, kekerasan, atau membuka aib. Jeda percakapan dapat diambil jika emosi tinggi, dengan kesepakatan untuk kembali membahasnya. Jika konflik berulang dan membahayakan, mintalah bantuan profesional atau lembaga yang aman.
Sumber & rujukan
Ditulis oleh Tim Redaksi Ngajia dengan dalil dan kutipan yang dicocokkan ke sumbernya. Untuk kasus fikih khusus, silakan merujuk kepada ustadz atau lembaga fatwa resmi.