Halal dan tayib adalah dua pertimbangan yang saling melengkapi dalam gaya hidup muslim. Halal menjawab apakah sesuatu dibolehkan menurut ketentuan agama, sedangkan tayib mengajak melihat kualitas dan dampaknya bagi kesehatan serta kehidupan sosial.
Halal bukan sekadar nama
Penilaian halal dapat berkaitan dengan bahan, cara memperoleh, proses pengolahan, penyimpanan, dan penyajian. Karena itu, istilah pemasaran tidak cukup menjadi satu-satunya dasar keputusan. Konsumen perlu mencari informasi yang dapat diverifikasi.
Tayib berarti baik dan aman
Produk tayib memperhatikan kebersihan, keamanan, mutu, dan manfaat. Makanan halal yang dikonsumsi berlebihan tetap dapat merugikan kesehatan. Demikian pula produk yang baik secara kualitas belum tentu memenuhi ketentuan halal jika asal-usul bahannya tidak jelas.
Menjadikan prinsip sebagai kebiasaan
Mulai dari membaca label, menyusun belanja sesuai kebutuhan, memilih sumber yang bertanggung jawab, dan meninggalkan hal yang meragukan. Jika kasusnya rumit, rujuk kepada lembaga resmi atau ahli yang dapat menjelaskan dengan konteks yang tepat.
Sumber & rujukan
Ditulis oleh Tim Redaksi Ngajia dengan dalil dan kutipan yang dicocokkan ke sumbernya. Untuk kasus fikih khusus, silakan merujuk kepada ustadz atau lembaga fatwa resmi.