Adab bertetangga dalam Islam adalah kewajiban memuliakan tetangga dan menahan diri dari menyakiti mereka, dan hal ini dijadikan tolok ukur keimanan seseorang. Islam mengajarkan agar seorang muslim membangun persaudaraan dan kebaikan dengan orang-orang di sekitarnya, termasuk tetangga, dengan kepedulian yang sama seperti kepada diri dan keluarganya sendiri.
Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah dia menyakiti tetangganya.
Tetangga, ukuran nyata keimanan
Hadis di atas menegaskan bahwa iman tidak berhenti pada keyakinan di hati, tetapi harus terbukti dalam perlakuan kepada tetangga. Menyakiti tetangga, baik dengan lisan, perbuatan, maupun sikap acuh, bertentangan dengan kesempurnaan iman. Sebaliknya, berbuat baik kepada tetangga adalah salah satu jalan meraih ridha Allah, sehingga umat diperintahkan untuk senantiasa berbuat baik kepada mereka.
Lima prinsip akhlak bertetangga
Islam merumuskan sejumlah prinsip umum dalam berinteraksi dengan tetangga:
- Memberi keteladanan dengan perilaku yang baik dan pantas dicontoh.
- Memuliakan dan menghormati tetangga tanpa memandang latar belakangnya.
- Bersikap murah hati, termasuk ketika tetangga perlu menitipkan barang atau meminta bantuan.
- Menjenguk tetangga yang sakit sebagai bentuk kepedulian.
- Menaruh kasih sayang kepada tetangga sebagaimana kepada diri sendiri.
Wujud konkret hak tetangga
Prinsip di atas diterjemahkan ke dalam perbuatan nyata yang bisa dilakukan sehari-hari:
- Saling mengunjungi dan tolong menolong dalam kebaikan.
- Turut bergembira atas keberhasilan tetangga.
- Menghibur dan meringankan saat tetangga tertimpa musibah atau kesulitan.
- Menghadiri dan mengurus jenazah tetangga yang meninggal.
- Bersikap pemaaf dan sabar atas kekhilafan tetangga.
- Berbagi makanan dan hadiah sebagai perekat hubungan.
Menjaga kerukunan di tengah perbedaan
Adab bertetangga juga menuntut sikap saling menghargai, tidak memusuhi, bersahabat, dan bertegur sapa, meski dengan orang yang berbeda keyakinan. Sikap toleran dan moderat inilah yang meneladani jejak para pendiri dan tokoh umat. Dengan merawat adab bertetangga, seorang muslim ikut membangun masyarakat yang aman, damai, dan penuh keberkahan, sekaligus membuktikan bahwa imannya hidup dalam amal nyata.
Sumber & rujukan
- Muhammadiyah - Prinsip-prinsip Umum Akhlak Bertetangga dalam Islam
- Muhammadiyah - Warga Muhammadiyah Diperintahkan Berbuat Baik ke Tetangga
- Muhammadiyah - Bentuk Iman bagi Seorang Muslim
Ditulis oleh Tim Redaksi Ngajia dan ditinjau Dewan Editorial Syariah. Untuk kasus fikih khusus, silakan merujuk kepada ustadz atau lembaga fatwa resmi.