اللَّهُمَّ مَا أَصْبَحَ بِي مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنْكَ وَحْدَكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ، لَكَ الحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ
Allāhumma mā ashbaha bī min ni‘matin fa minka wahdaka lā syarīka laka, lakal hamdu wa lakas syukru.
"Tuhanku, nikmat yang menyertaiku berpagi hari ini semata berasal dari-Mu yang esa, tiada sekutu bagi-Mu. Bagi-Mu segala puji dan syukur."
Cara dan waktu membaca. Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar mengumpulkan sejumlah doa yang dibaca Rasulullah pada pagi dan sore hari, di antaranya: "A‘ūdzu bi kalimātillāhit tāmmāti min syarri mā khalaq" (3 kali), "Bismillāhil ladzī lā yadhurru ma‘as mihī syai’un fil ardhi wa lā fis samā’i wa huwas samī‘ul ‘alīm" (3 kali), persaksian dua kalimat syahadat, dan pujian di atas. Pagi menjadi momentum memohon kemaslahatan dan perlindungan Allah untuk 12 jam ke depan.
Tentang Dzikir Pagi
Dzikir Pagi termasuk bacaan yang dianjurkan bagi seorang muslim pada momen dzikir pagi & petang. Teks Arab di atas kami salin persis dari laman rujukan yang tercantum di bawah, bukan ditulis ulang dari ingatan, sehingga harakat dan susunan katanya dapat Anda bandingkan langsung dengan sumbernya.
Bagi yang belum lancar membaca tulisan Arab, transliterasi latin di atas dapat membantu. Namun perlu diingat bahwa transliterasi hanya alat bantu pengucapan. Belajar membaca teks Arab langsung, misalnya dengan bimbingan guru ngaji, tetap lebih utama agar pelafalan dan panjang pendek bacaannya tepat.
Sumber Rujukan
Catatan redaksi. Teks Arab, latin, dan terjemahan pada halaman ini disalin dari sumber di atas oleh Tim Redaksi Ngajia. Untuk pendalaman fikih dan pembahasan dalilnya, silakan merujuk langsung kepada sumber tersebut atau bertanya kepada ustadz dan kiai yang Anda percaya.