NgajiaRujukan Keislaman Harian
Jadwal SholatDoa & DzikirKisah TeladanGaya HidupArtikelUmroh & HajiTanya UstadzKalkulator ZakatArah Kiblat
Dzikir Pagi & Petang

Dzikir Pagi

Dzikir pagi dibaca setelah Subuh hingga matahari terbit. Halaman ini memuat 22 bacaan berurutan, dimulai Ayat Kursi satu kali, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas masing-masing tiga kali, lalu Ashbahnā wa ashbahal mulku lillāh dan Sayyidul Istighfar. Tiap bacaan dilengkapi teks Arab, latin, arti, jumlah pengulangan, dan status hadisnya.

Kapan Waktu Dzikir Pagi Hari Ini?

Di Jakarta, waktu utama dzikir pagi hari ini mulai setelah Subuh pukul 04:08 WIB dan berakhir saat matahari terbit pukul 05:23 WIB.

Rumaysho menambahkan bahwa dzikir pagi masih boleh dibaca sampai mendekati waktu Zhuhur, yang hari ini masuk pukul 11:40 WIB. Patokan "sebelum terbit matahari" selaras dengan perintah bertasbih dalam QS Thaha: 130.

Jam di atas memakai sumber data yang sama dengan halaman jadwal sholat Jakarta. Untuk kota lain, pilih lokasi pada halaman jadwal sholat.

Bagaimana Urutan Bacaan Dzikir Pagi Lengkap?

Berikut 22 bacaan dzikir pagi secara berurutan. Urutan 1 sampai 20 mengikuti susunan Rumaysho (Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal), yang menyaring bacaan berhadis lemah. Bacaan sesudahnya ditandai "tambahan NU Online" karena dimuat NU Online tetapi tidak ada di susunan tersebut. Ayat Al-Qur'an memakai teks, latin, dan terjemahan Qur'an Kemenag. Diawali dengan ta'awudz: A'ūdzu billāhi minasy syaithānir rajīm.

Susunan ini adalah urutan praktis, bukan syarat sah yang kaku. Status hadis di tiap bacaan adalah penilaian ulama yang dikutip sumbernya, bukan penilaian redaksi Ngajia.

  1. Ayat Kursi (QS Al-Baqarah: 255)

    اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

    Latin: Allāhu lā ilāha illā huw(a), al-ḥayyul-qayyūm(u), lā ta'khużuhū sinatuw wa lā naum(un), lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ(i), man żal-lażī yasyfa‘u ‘indahū illā bi'iżnih(ī), ya‘lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭūna bisyai'im min ‘ilmihī illā bimā syā'(a), wasi‘a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ(a), wa lā ya'ūduhū ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm(u).

    Artinya: "Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung."

    Jumlah pengulangan: 1 kali

    Status hadis/riwayat: Sahih menurut penilaian ulama yang dikutip sumber. HR. Al Hakim (1: 562). Syaikh Al Albani menshahihkan hadits tersebut dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 655.

    Keutamaan: Siapa yang membacanya ketika petang, maka ia akan dilindungi (oleh Allah dari berbagai gangguan) hingga pagi. Siapa yang membacanya ketika pagi, maka ia akan dilindungi hingga petang.

    Sumber: Qur'an Kemenag - QS 2:255; Rumaysho.com - Bacaan Dzikir Pagi (Muhammad Abduh Tuasikal)

  2. Surat Al-Ikhlas

    بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ ࣖ

    Latin: Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm(i). Qul huwallāhu aḥad(un). Allāhuṣ-ṣamad(u). Lam yalid wa lam yūlad. Wa lam yakul lahū kufuwan aḥad(un).

    Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.”"

    Jumlah pengulangan: 3 kali

    Status hadis/riwayat: Hasan menurut penilaian ulama yang dikutip sumber. HR. Abu Daud no. 5082, Tirmidzi no. 3575. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan.

    Sumber: Qur'an Kemenag - QS 112:1-4; Qur'an Kemenag - QS 1:1 (basmalah); Rumaysho.com - Bacaan Dzikir Pagi (Muhammad Abduh Tuasikal)

  3. Surat Al-Falaq

    بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ ࣖ

    Latin: Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm(i). Qul a‘ūżu birabbil-falaq(i). Min syarri mā khalaq(a). Wa min syarri gāsiqin iżā waqab(a). Wa min syarrin-naffāṡāti fil-‘uqad(i). Wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad(a).

    Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan yang (menjaga) fajar (subuh) dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan perempuan-perempuan (penyihir) yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”"

    Jumlah pengulangan: 3 kali

    Status hadis/riwayat: Hasan menurut penilaian ulama yang dikutip sumber. HR. Abu Daud no. 5082, Tirmidzi no. 3575. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan.

    Sumber: Qur'an Kemenag - QS 113:1-5; Qur'an Kemenag - QS 1:1 (basmalah); Rumaysho.com - Bacaan Dzikir Pagi (Muhammad Abduh Tuasikal)

  4. Surat An-Nas

    بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ مَلِكِ النَّاسِۙ اِلٰهِ النَّاسِۙ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ࣖ

    Latin: Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm(i). Qul a‘ūżu birabbin-nās(i). Malikin-nās(i). Ilāhin-nās(i). Min syarril-waswāsil-khannās(i). Allażī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās(i). Minal jinnati wan-nās(i).

    Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan manusia, raja manusia, sembahan manusia dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.”"

    Jumlah pengulangan: 3 kali

    Status hadis/riwayat: Hasan menurut penilaian ulama yang dikutip sumber. HR. Abu Daud no. 5082, Tirmidzi no. 3575. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan.

    Keutamaan: Siapa yang mengucapkannya masing-masing tiga kali ketika pagi dan petang, maka segala sesuatu akan dicukupkan untuknya.

    Sumber: Qur'an Kemenag - QS 114:1-6; Qur'an Kemenag - QS 1:1 (basmalah); Rumaysho.com - Bacaan Dzikir Pagi (Muhammad Abduh Tuasikal)

  5. Ashbahnā wa ashbahal mulku lillāh

    أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ

    Latin: Ash-bahnaa wa ash-bahal mulku lillah walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodir. Robbi as-aluka khoiro maa fii hadzal yaum wa khoiro maa ba’dahu, wa a’udzu bika min syarri maa fii hadzal yaum wa syarri maa ba’dahu. Robbi a’udzu bika minal kasali wa su-il kibar. Robbi a’udzu bika min ‘adzabin fin naari wa ‘adzabin fil qobri.

    Artinya: "Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di alam kubur."

    Jumlah pengulangan: 1 kali

    Status hadis/riwayat: Sahih (diriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari/Muslim). HR. Muslim no. 2723. Lihat keterangan Syarh Hisnul Muslim, hal. 161.

    Keutamaan: Meminta pada Allah kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya, juga agar terhindar dari kejelekan di hari ini dan kejelekan sesudahnya. Di dalamnya berisi pula permintaan agar terhindar dari rasa malas padahal mampu untuk beramal, juga agar terhindar dari kejelekan di masa tua. Di dalamnya juga berisi permintaan agar terselamatkan dari siksa kubur dan siksa neraka yang merupakan siksa terberat di hari kiamat kelak.

    Sumber: Rumaysho.com - Bacaan Dzikir Pagi (Muhammad Abduh Tuasikal)

  6. Allāhumma bika ashbahnā

    اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ

    Latin: Allahumma bika ash-bahnaa wa bika amsaynaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikan nusyuur.

    Artinya: "Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk)."

    Jumlah pengulangan: 1 kali

    Status hadis/riwayat: Sahih menurut penilaian ulama yang dikutip sumber. HR. Tirmidzi no. 3391 dan Abu Daud no. 5068. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih.

    Sumber: Rumaysho.com - Bacaan Dzikir Pagi (Muhammad Abduh Tuasikal)

  7. Sayyidul Istighfar

    اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ.

    Latin: Allahumma anta robbii laa ilaha illa anta, kholaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu. Abu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abu-u bi dzambii. Fagh-firlii fainnahu laa yagh-firudz dzunuuba illa anta.

    Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu aku akan mentauhidkan-Mu) semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa surga untukku). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau."

    Jumlah pengulangan: 1 kali

    Status hadis/riwayat: Sahih (diriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari/Muslim). HR. Bukhari no. 6306.

    Keutamaan: Barangsiapa mengucapkan dzikir ini di siang hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati pada hari tersebut sebelum petang hari, maka ia termasuk penghuni surga. Barangsiapa yang mengucapkannya di malam hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati sebelum pagi, maka ia termasuk penghuni surga.

    Sumber: Rumaysho.com - Bacaan Dzikir Pagi (Muhammad Abduh Tuasikal)

  8. Persaksian tauhid pagi (Allāhumma innī ashbahtu usyhiduka)

    اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَصْبَحْتُ أُشْهِدُكَ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ، وَمَلاَئِكَتَكَ وَجَمِيْعَ خَلْقِكَ، أَنَّكَ أَنْتَ اللهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ وَحْدَكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ

    Latin: Allahumma inni ash-bahtu usy-hiduka wa usy-hidu hamalata ‘arsyika wa malaa-ikatak wa jami’a kholqik, annaka antallahu laa ilaha illa anta wahdaka laa syariika lak, wa anna Muhammadan ‘abduka wa rosuuluk.

    Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku di waktu pagi ini mempersaksikan Engkau, malaikat yang memikul ‘Arys-Mu, malaikat-malaikat dan seluruh makhluk-Mu, bahwa sesungguhnya Engkau adalah Allah, tiada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau semata, tiada sekutu bagi-Mu dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu."

    Jumlah pengulangan: 4 kali

    Status hadis/riwayat: Hasan menurut penilaian ulama yang dikutip sumber. HR. Abu Daud no. 5069. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan.

    Keutamaan: Barangsiapa yang mengucapkan dzikir ini ketika pagi dan petang hari sebanyak empat kali, maka Allah akan membebaskan dirinya dari siksa neraka.

    Sumber: Rumaysho.com - Bacaan Dzikir Pagi (Muhammad Abduh Tuasikal)

  9. Doa memohon 'afiyah (Allāhumma innī as-alukal 'afwa wal 'āfiyah)

    اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ

    Latin: Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fii diinii wa dun-yaya wa ahlii wa maalii. Allahumas-tur ‘awrootii wa aamin row’aatii. Allahummahfazh-nii mim bayni yadayya wa min kholfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fawqii wa a’udzu bi ‘azhomatik an ughtala min tahtii.

    Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau tenggelam dalam bumi dan lain-lain yang membuat aku jatuh)."

    Jumlah pengulangan: 1 kali

    Status hadis/riwayat: Sahih menurut penilaian ulama yang dikutip sumber. HR. Abu Daud no. 5074 dan Ibnu Majah no. 3871. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih.

    Keutamaan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah pernah meninggalkan do’a ini di pagi dan petang hari. Di dalamnya berisi perlindungan dan keselamatan pada agama, dunia, keluarga dan harta dari berbagai macam gangguan yang datang dari berbagai arah.

    Sumber: Rumaysho.com - Bacaan Dzikir Pagi (Muhammad Abduh Tuasikal)

  10. Allāhumma 'ālimal ghaibi wasy-syahādah

    اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ

    Latin: Allahumma ‘aalimal ghoybi wasy syahaadah faathiros samaawaati wal ardh. Robba kulli syai-in wa maliikah. Asyhadu alla ilaha illa anta. A’udzu bika min syarri nafsii wa min syarrisy syaythooni wa syirkihi, wa an aqtarifa ‘alaa nafsii suu-an aw ajurrohu ilaa muslim.

    Artinya: "Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan diriku, setan dan balatentaranya (godaan untuk berbuat syirik pada Allah), dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeretnya kepada seorang muslim."

    Jumlah pengulangan: 1 kali

    Status hadis/riwayat: Sahih menurut penilaian ulama yang dikutip sumber. HR. Tirmidzi no. 3392 dan Abu Daud no. 5067. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahawa sanad hadits ini shahih. Adapun kalimat terakhir (وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرُّهُ إِلَى مُسْلِمٍ) adalah tambahan dari riwayat Ahmad 2: 196. Dikomentari oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth bahwa hadits tersebut shahih dilihat dari jalur lainnya (shahih lighoirihi).

    Keutamaan: Do’a ini diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Abu Bakr Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu untuk dibaca pada pagi, petang dan saat beranjak tidur.

    Sumber: Rumaysho.com - Bacaan Dzikir Pagi (Muhammad Abduh Tuasikal)

  11. Bismillāhilladzī lā yadhurru

    بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

    Latin: Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘aliim.

    Artinya: "Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

    Jumlah pengulangan: 3 kali

    Status hadis/riwayat: Hasan menurut penilaian ulama yang dikutip sumber. HR. Abu Daud no. 5088, 5089, Tirmidzi no. 3388, dan Ibnu Majah no. 3869. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan.

    Keutamaan: Barangsiapa yang mengucapkan dzikir tersebut sebanyak tiga kali di pagi hari dan tiga kali di petang hari, maka tidak akan ada bahaya yang tiba-tiba memudaratkannya.

    Sumber: Rumaysho.com - Bacaan Dzikir Pagi (Muhammad Abduh Tuasikal)

  12. Radhītu billāhi rabbā

    رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا

    Latin: Rodhiitu billaahi robbaa wa bil-islaami diinaa, wa bi-muhammadin shallallaahu ‘alaihi wa sallama nabiyya.

    Artinya: "Aku ridha Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai nabi."

    Jumlah pengulangan: 3 kali

    Status hadis/riwayat: Hasan menurut penilaian ulama yang dikutip sumber. HR. Abu Daud no. 5072, Tirmidzi no. 3389. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan.

    Keutamaan: Barangsiapa yang mengucapkan dzikir ini sebanyak tiga kali di pagi hari dan tiga kali di petang hari, maka pantas baginya mendapatkan ridha Allah.

    Sumber: Rumaysho.com - Bacaan Dzikir Pagi (Muhammad Abduh Tuasikal)

  13. Yā Hayyu yā Qayyūm

    يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا

    Latin: Yaa Hayyu Yaa Qoyyum, bi-rohmatika as-taghiits, wa ash-lih lii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin Abadan.

    Artinya: "Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dariMu)."

    Jumlah pengulangan: 1 kali

    Status hadis/riwayat: Sahih menurut penilaian ulama yang dikutip sumber. HR. Ibnu As Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 46, An Nasai dalam Al Kubro (381/ 570), Al Bazzar dalam musnadnya (4/ 25/ 3107), Al Hakim (1: 545). Sanad hadits ini hasan sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 227.

    Keutamaan: Dzikir ini diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Fathimah supaya diamalkan pagi dan petang.

    Sumber: Rumaysho.com - Bacaan Dzikir Pagi (Muhammad Abduh Tuasikal)

  14. Ashbahnā 'alā fithratil Islām

    أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

    Latin: Ash-bahnaa ‘ala fithrotil islaam wa ‘alaa kalimatil ikhlaash, wa ‘alaa diini nabiyyinaa Muhammadin shallallahu ‘alaihi wa sallam, wa ‘alaa millati abiina Ibraahiima haniifam muslimaaw wa maa kaana minal musyrikin

    Artinya: "Di waktu pagi kami memegang agama Islam, kalimat ikhlas (kalimat syahadat), agama Nabi kami Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan agama bapak kami Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik."

    Jumlah pengulangan: 1 kali (di pagi hari saja)

    Status hadis/riwayat: Sahih menurut penilaian ulama yang dikutip sumber. HR. Ahmad (3: 406). Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari Muslim. Lihat pula As Silsilah Ash Shahihah no. 2989. Catatan: Dzikir ini hanya dibaca di pagi hari. Riwayat yang menyatakan dibaca juga saat petang hari adalah riwayat yang lemah. Sebagaimana dinyatakan oleh guru penulis, Syaikh ‘Abdul ‘Aziz Ath Thorifi dalam Adzkar Ash Shobaah wal Masaa’, hal. 65.

    Sumber: Rumaysho.com - Bacaan Dzikir Pagi (Muhammad Abduh Tuasikal)

  15. Tasbih Subhānallāhi wa bihamdih

    سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ

    Latin: Subhanallah wa bi-hamdih.

    Artinya: "Maha suci Allah, aku memuji-Nya."

    Jumlah pengulangan: 100 kali

    Status hadis/riwayat: Sahih (diriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari/Muslim). HR. Muslim no. 2692.

    Keutamaan: Barangsiapa yang mengucapkan kalimat ‘subhanallah wa bi hamdih’ di pagi dan petang hari sebanyak 100 x, maka tidak ada yang datang pada hari kiamat yang lebih baik dari yang ia lakukan kecuali orang yang mengucapkan semisal atau lebih dari itu.

    Sumber: Rumaysho.com - Bacaan Dzikir Pagi (Muhammad Abduh Tuasikal)

  16. Tahlil sepuluh kali

    لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

    Latin: Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.

    Artinya: "Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu."

    Jumlah pengulangan: 10 kali

    Status hadis/riwayat: Sumber tidak mencantumkan derajat hadisnya. HR. An Nasai Al Kubra 6: 10.

    Keutamaan: Barangsiapa yang membaca dzikir tersebut di pagi hari sebanyak sepuluh kali, Allah akan mencatatkan baginya 10 kebaikan, menghapuskan baginya 10 kesalahan, ia juga mendapatkan kebaikan semisal memerdekakan 10 budak, Allah akan melindunginya dari gangguan setan hingg petang hari. Siapa yang mengucapkannya di petang hari, ia akan mendapatkan keutamaan semisal itu pula.

    Sumber: Rumaysho.com - Bacaan Dzikir Pagi (Muhammad Abduh Tuasikal)

  17. Tahlil seratus kali dalam sehari

    لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

    Latin: Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.

    Artinya: "Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu."

    Jumlah pengulangan: 100 kali (dalam sehari)

    Status hadis/riwayat: Sahih (diriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari/Muslim). HR. Bukhari no. 3293 dan Muslim no. 2691.

    Keutamaan: Barangsiapa yang mengucapkan dzikir tersebut dalam sehari sebanyak 100 x, maka itu seperti membebaskan 10 orang budak, dicatat baginya 100 kebaikan, dihapus baginya 100 kesalahan, dirinya akan terjaga dari gangguan setan dari pagi hingga petang hari, dan tidak ada seorang pun yang lebih baik dari yang ia lakukan kecuali oleh orang yang mengamalkan lebih dari itu.

    Sumber: Rumaysho.com - Bacaan Dzikir Pagi (Muhammad Abduh Tuasikal)

  18. Subhānallāhi wa bihamdih 'adada khalqih

    سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ: عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

    Latin: Subhanallah wa bi-hamdih, ‘adada kholqih wa ridhoo nafsih. wa zinata ‘arsyih, wa midaada kalimaatih.

    Artinya: "Maha Suci Allah, aku memujiNya sebanyak makhluk-Nya, sejauh kerelaan-Nya, seberat timbangan ‘Arsy-Nya dan sebanyak tinta tulisan kalimat-Nya."

    Jumlah pengulangan: 3 kali (di waktu pagi saja)

    Status hadis/riwayat: Sahih (diriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari/Muslim). HR. Muslim no. 2726.

    Keutamaan: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan pada Juwairiyah bahwa dzikir di atas telah mengalahkan dzikir yang dibaca oleh Juwairiyah dari selepas Shubuh sampai waktu Dhuha.

    Sumber: Rumaysho.com - Bacaan Dzikir Pagi (Muhammad Abduh Tuasikal)

  19. Doa ilmu yang bermanfaat (Allāhumma innī as-aluka 'ilman nāfi'ā)

    اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

    Latin: Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.

    Artinya: "Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rizki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik)."

    Jumlah pengulangan: 1 kali (setelah salam dari shalat Shubuh)

    Status hadis/riwayat: Sahih menurut penilaian ulama yang dikutip sumber. HR. Ibnu Majah no. 925 dan Ahmad 6: 305, 322. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih.

    Sumber: Rumaysho.com - Bacaan Dzikir Pagi (Muhammad Abduh Tuasikal)

  20. Istighfar seratus kali dalam sehari

    أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

    Latin: Astagh-firullah wa atuubu ilaih.

    Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya."

    Jumlah pengulangan: 100 kali (dalam sehari)

    Status hadis/riwayat: Sahih (diriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari/Muslim). HR. Bukhari no. 6307 dan Muslim no. 2702.

    Sumber: Rumaysho.com - Bacaan Dzikir Pagi (Muhammad Abduh Tuasikal)

  21. Doa Memohon Perlindungan (A'ūdzu bikalimātillāhit tāmmāti)tambahan NU Online

    أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

    Latin: A‘ûdzu bikalimâtillâhit-tâmmâti min syarri mâ khalaq(a).

    Artinya: "Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari keburukan apa pun yang diciptakan oleh Allah."

    Jumlah pengulangan: 3 kali

    Status hadis/riwayat: Ada perbedaan penempatan waktu. NU Online menyebut doa ini diriwayatkan Imam Muslim dan Ibnu Sunni serta dianjurkan dibaca pagi dan sore. Rumaysho hanya memasukkannya ke dzikir petang dengan rujukan HR. Ahmad 2: 290, yang sanadnya dinilai sahih sesuai syarat Muslim oleh Syaikh Syu'aib Al Arnauth.

    Sumber: NU Online - Doa dan Amalan Lindungi Diri dari Jin; NU Online - Doa Pagi dan Sore Hari Rasulullah SAW; Rumaysho.com - Bacaan Dzikir Petang (pembanding penempatan waktu; teks Arab, latin, dan arti di atas dari NU Online)

  22. Doa Syukur pada Pagi Haritambahan NU Online

    اللَّهُمَّ مَا أَصْبَحَ بِي مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنْكَ وَحْدَكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ، لَكَ الحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ

    Latin: Allāhumma mā ashbaha bī min ni‘matin fa minka wahdaka lā syarīka laka, lakal hamdu wa lakas syukru.

    Artinya: "Tuhanku, nikmat yang menyertaiku berpagi hari ini semata berasal dari-Mu yang esa, tiada sekutu bagi-Mu. Bagi-Mu segala puji dan syukur."

    Jumlah pengulangan: 1 kali

    Status hadis/riwayat: Derajat tidak disebut sumber. Dihimpun Imam an-Nawawi dalam Al-Adzkar sebagaimana dikutip NU Online; laman NU yang dirujuk tidak menyebut derajat hadisnya. Bacaan ini tidak ada dalam susunan Rumaysho.

    Sumber: NU Online - Doa Pagi dan Sore Hari Rasulullah SAW

Lanjutkan pasangan rutinitasnya: Dzikir Petang. Kedua halaman memakai struktur dan sumber yang sama agar mudah diamalkan pagi dan petang.

اللَّهُمَّ مَا أَصْبَحَ بِي مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنْكَ وَحْدَكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ، لَكَ الحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ

Latin

Allāhumma mā ashbaha bī min ni‘matin fa minka wahdaka lā syarīka laka, lakal hamdu wa lakas syukru.

Artinya

"Tuhanku, nikmat yang menyertaiku berpagi hari ini semata berasal dari-Mu yang esa, tiada sekutu bagi-Mu. Bagi-Mu segala puji dan syukur."

Cara dan waktu membaca. Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar mengumpulkan sejumlah doa yang dibaca Rasulullah pada pagi dan sore hari, di antaranya: "A‘ūdzu bi kalimātillāhit tāmmāti min syarri mā khalaq" (3 kali), "Bismillāhil ladzī lā yadhurru ma‘as mihī syai’un fil ardhi wa lā fis samā’i wa huwas samī‘ul ‘alīm" (3 kali), persaksian dua kalimat syahadat, dan pujian di atas. Pagi menjadi momentum memohon kemaslahatan dan perlindungan Allah untuk 12 jam ke depan.

Apa yang Perlu Diketahui tentang Dzikir Pagi?

Dzikir Pagi termasuk bacaan yang dianjurkan bagi seorang muslim pada momen dzikir pagi & petang. Teks Arab di atas kami salin persis dari laman rujukan yang tercantum di bawah, bukan ditulis ulang dari ingatan, sehingga harakat dan susunan katanya dapat Anda bandingkan langsung dengan sumbernya.

Bagi yang belum lancar membaca tulisan Arab, transliterasi latin di atas dapat membantu. Namun perlu diingat bahwa transliterasi hanya alat bantu pengucapan. Belajar membaca teks Arab langsung, misalnya dengan bimbingan guru ngaji, tetap lebih utama agar pelafalan dan panjang pendek bacaannya tepat.

Catatan redaksi. Teks Arab, latin, dan terjemahan pada halaman ini disalin dari sumber di atas oleh Tim Redaksi Ngajia. Untuk pendalaman fikih dan pembahasan dalilnya, silakan merujuk langsung kepada sumber tersebut atau bertanya kepada ustadz dan kiai yang Anda percaya.

FAQ

Pertanyaan seputar dzikir pagi

Bagaimana bacaan dzikir pagi?

Bacaan dzikir pagi dalam tulisan latin adalah: "Allāhumma mā ashbaha bī min ni‘matin fa minka wahdaka lā syarīka laka, lakal hamdu wa lakas syukru." Artinya, "Tuhanku, nikmat yang menyertaiku berpagi hari ini semata berasal dari-Mu yang esa, tiada sekutu bagi-Mu. Bagi-Mu segala puji dan syukur."

Apa arti dzikir pagi?

Arti dzikir pagi dalam bahasa Indonesia adalah: "Tuhanku, nikmat yang menyertaiku berpagi hari ini semata berasal dari-Mu yang esa, tiada sekutu bagi-Mu. Bagi-Mu segala puji dan syukur." Terjemahan ini dikutip dari NU Online - Doa Pagi dan Sore Hari Rasulullah SAW, bukan terjemahan bebas redaksi Ngajia.

Bagaimana tulisan Arab dzikir pagi?

Tulisan Arab dzikir pagi adalah: اللَّهُمَّ مَا أَصْبَحَ بِي مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنْكَ وَحْدَكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ، لَكَ الحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ Teks Arab ini disalin dari NU Online - Doa Pagi dan Sore Hari Rasulullah SAW, sehingga harakatnya dapat Anda cocokkan langsung dengan sumber aslinya melalui tautan di bagian Sumber Rujukan.

Kapan dzikir pagi dibaca?

Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar mengumpulkan sejumlah doa yang dibaca Rasulullah pada pagi dan sore hari, di antaranya: "A‘ūdzu bi kalimātillāhit tāmmāti min syarri mā khalaq" (3 kali), "Bismillāhil ladzī lā yadhurru ma‘as mihī syai’un fil ardhi wa lā fis samā’i wa huwas samī‘ul ‘alīm" (3 kali), persaksian dua kalimat syahadat, dan pujian di atas. Pagi menjadi momentum memohon kemaslahatan dan perlindungan Allah untuk 12 jam ke depan.

Apa sumber rujukan dzikir pagi di Ngajia?

Teks Arab, latin, dan terjemahan dzikir pagi di halaman ini disalin dari NU Online - Doa Pagi dan Sore Hari Rasulullah SAW. Tautan sumbernya kami cantumkan di bagian Sumber Rujukan agar dapat Anda periksa langsung.

Doa Terkait

Doa lain yang sering dibaca bersamaan