نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla liraf‘il hadatsil akbari fardhal lillâhi ta‘âlâ.
"Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar, fardhu karena Allah ta'ala."
Cara dan waktu membaca. Mandi wajib (mandi junub) memiliki dua rukun: niat dan meratakan air ke seluruh badan. Niat diucapkan di dalam hati bersamaan dengan saat air pertama kali disiramkan ke tubuh. Menurut Syekh Ibrahim Al-Bajuri, tidak cukup berniat "saya niat mandi" saja, karena mandi bisa berupa ibadah dan bisa berupa kebiasaan. Lafal di atas berlaku umum untuk semua sebab hadats besar. Lihat halaman Niat Mandi Wajib untuk lafal yang lebih rinci sesuai sebabnya (junub atau haid).
Tentang Doa Mandi Wajib
Doa Mandi Wajib termasuk bacaan yang dianjurkan bagi seorang muslim pada momen bersuci. Teks Arab di atas kami salin persis dari laman rujukan yang tercantum di bawah, bukan ditulis ulang dari ingatan, sehingga harakat dan susunan katanya dapat Anda bandingkan langsung dengan sumbernya.
Bagi yang belum lancar membaca tulisan Arab, transliterasi latin di atas dapat membantu. Namun perlu diingat bahwa transliterasi hanya alat bantu pengucapan. Belajar membaca teks Arab langsung, misalnya dengan bimbingan guru ngaji, tetap lebih utama agar pelafalan dan panjang pendek bacaannya tepat.
Sumber Rujukan
Catatan redaksi. Teks Arab, latin, dan terjemahan pada halaman ini disalin dari sumber di atas oleh Tim Redaksi Ngajia. Untuk pendalaman fikih dan pembahasan dalilnya, silakan merujuk langsung kepada sumber tersebut atau bertanya kepada ustadz dan kiai yang Anda percaya.