اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْئَلُكَ سَلَامَةً فِي الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِي الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِي الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِي الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ. اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِيْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ
Allâhumma innâ nas aluka salâmatan fid dîn(i), wa 'âfiyatan fil jasad(i), wa ziyadatan fil 'ilm(i), wabarakatan fir rizq(i), wa taubatan qablal maut(i), waraḫmatan 'indal maut(i), wa maghfiratan ba'dal maut(i). Allâhumma hawwin 'alainâ fî sakarâtil maut(i), wan najâta minan nâr(i), wal 'afwa indal hisâb(i).
"Ya Allah, sungguh kami memohon kepada-Mu keselamatan dalam beragama, kesehatan raga, tambahan ilmu, keberkahan rezeki, taubat sebelum mati, rahmat ketika mati, dan ampunan setelah mati. Ya Allah, mudahkanlah kami dalam menghadapi sakaratul maut. Berikanlah kami keselamatan dari api neraka, dan ampunan pada saat perhitungan amal."
Cara dan waktu membaca. Doa selamat lazim dibaca setelah sholat lima waktu, pada pembacaan tahlil, dan sebagai amalan harian. Isinya mendahulukan keselamatan agama, lalu kesehatan, ilmu, rezeki, tobat, rahmat, dan ampunan. Doa melengkapi ikhtiar nyata dan bukan jaminan bebas dari masalah.
Tentang Doa Selamat Dunia Akhirat
Doa Selamat Dunia Akhirat termasuk bacaan yang dianjurkan bagi seorang muslim pada momen aktivitas harian, seputar sholat, perlindungan. Teks Arab di atas kami salin persis dari laman rujukan yang tercantum di bawah, bukan ditulis ulang dari ingatan, sehingga harakat dan susunan katanya dapat Anda bandingkan langsung dengan sumbernya.
Bagi yang belum lancar membaca tulisan Arab, transliterasi latin di atas dapat membantu. Namun perlu diingat bahwa transliterasi hanya alat bantu pengucapan. Belajar membaca teks Arab langsung, misalnya dengan bimbingan guru ngaji, tetap lebih utama agar pelafalan dan panjang pendek bacaannya tepat.
Sumber Rujukan
Catatan redaksi. Teks Arab, latin, dan terjemahan pada halaman ini disalin dari sumber di atas oleh Tim Redaksi Ngajia. Untuk pendalaman fikih dan pembahasan dalilnya, silakan merujuk langsung kepada sumber tersebut atau bertanya kepada ustadz dan kiai yang Anda percaya.