اللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِيْ وَدُنْيَايَ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ وَعَـاجِلِهِ وَآجِـلِهِ فَاقْدُرْهُ لِيْ وَبَارِكْ لِي فِيهِ ثُمَّ يَسِّرْهُ لِي وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِيْ وَدُنْيَايَ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ عَاجِلِهِ وَآجِـلِهِ فَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاقْدُرْ لِي الْخَيْرَ أَيْنَـــمَا كَانَ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ وَ صَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Allâhumma shalli wa sallim ‘alâ sayyidina muḫamamdin, Alḫamdulillâhi rabbil ‘âlamîn. Allâhumma innî astakhîruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa lâ aqdiru, wa ta’lamu wa lâ a’lamu, wa anta ‘allâmul ghuyûb. Allahumma fa-in kunta ta’lamu hâdzal amra khairun lî fî dînî wa dun-yâya wa ‘âqibati amrî ‘âjilihi wa âjilihi faqdurhu lî wa bârik lî fîhi tsumma yassirhu lî. Wa in kunta ta’lamu anna hâdzal amra syarrun lî fî dînî wa dun-yâya wa ‘âqibati amrî ‘âjilihi wa âjilihi fashrifnî ‘anhu washrfhu ‘annî waqdur liyal khaira haitsu kâna ainamâ kânû innaka ‘alâ kulli syai-in qadîr. Wa shallallâhu ‘alâ sayyidina muḫamamdin, walḫamdulillâhi rabbil ‘âlamîn.
"Ya Allah, sesungguhnya aku beristikharah dengan pengetahuan-Mu, aku memohon kekuatan dengan kekuatan-Mu, aku meminta kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu. Sesungguhnya Engkau yang menakdirkan sementara aku tidak mampu melakukannya. Engkau yang Maha Tahu, sedangkan aku tidak tahu. Engkaulah yang mengetahui perkara yang gaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini baik bagiku dalam bagi agamaku, kehidupanku, akhir urusanku, duniaku, dan akhiratku, maka takdirkanlah hal tersebut untukku. Mudahkanlah untukku dan berkahilah ia untukku. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara tersebut jelek bagi agama, kehidupan, akhir urusanku, duniaku, dan akhiratku, maka palingkanlah aku darinya dan palingkanlah dia dariku. Takdirkanlah yang terbaik untukku apa pun keadaannya. Sesungguhnya Engkau Yang Maha Bisa atas segala sesuatu."
Cara dan waktu membaca. Dibaca setelah sholat istikharah dua rakaat, ketika seseorang dihadapkan pada pilihan yang menyulitkan (jodoh, kampus, pekerjaan, dan sebagainya). Niatnya: "Ushallî sunnatal istikhârati rak'ataini lillâhi ta'âlâ." Rakaat pertama membaca Al-Fatihah dan Al-Kafirun, rakaat kedua Al-Fatihah dan Al-Ikhlas. Selesai membaca doa, sebutkan permohonan kita. Jika suatu perkara baik menurut Allah, Dia akan memudahkan jalannya; jika tidak, Allah akan memalingkan kita darinya, dan kita tidak perlu menyesal. Istikharah tetap harus dibarengi usaha lahir.
Lafal Niat Sholat Istikharah
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْاِسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallî sunnatal istikhârati rak'ataini lillâhi ta'âlâ.
"Aku berniat sholat sunnah istikharah dua rakaat karena Allah ta'ala."
Lafal niat ini dibaca di dalam hati ketika memulai sholat. Niat menunjukkan bahwa dua rakaat yang dikerjakan adalah sholat sunnah istikharah untuk memohon pilihan terbaik kepada Allah.
Jumlah Rakaat Sholat Istikharah
Sholat istikharah dikerjakan dua rakaat di luar sholat fardhu. NU Online, dengan merujuk hadis riwayat Imam al-Bukhari dari Jabir bin Abdullah, menjelaskan bahwa Rasulullah mengajarkan dua rakaat ketika seseorang hendak mengambil suatu keputusan.
Pada rakaat pertama, setelah Al-Fatihah dianjurkan membaca Al-Kafirun. Pada rakaat kedua, setelah Al-Fatihah dianjurkan membaca Al-Ikhlas. Setelah salam, lanjutkan dengan doa istikharah yang tercantum di bagian atas halaman ini.
Waktu Pelaksanaan Sholat Istikharah
Sholat istikharah dapat dikerjakan pada siang atau malam hari selama tidak berada dalam waktu yang dilarang untuk sholat sunnah. NU Online menjelaskan waktunya longgar, sedangkan sepertiga malam menjadi waktu yang lebih utama untuk doa dan permohonan.
Lakukan ketika masih bimbang menghadapi pilihan yang dibolehkan, lalu tetap kumpulkan informasi dan jalankan ikhtiar yang diperlukan. Istikharah tidak digunakan untuk memilih apakah kewajiban agama perlu dilakukan atau tidak.
Cara Membaca Tanda Jawaban Istikharah
Jawaban istikharah tidak harus datang melalui mimpi. Menurut penjelasan NU Online, setelah berdoa seseorang tetap menjalankan sebab dan ikhtiar dari pilihan yang sedang dipertimbangkan.
Salah satu pandangan ulama membaca kemudahan jalan sebagai tanda kebaikan, sedangkan jalan yang tertutup atau makin sulit dapat menjadi tanda untuk meninggalkannya. Ada pula pandangan yang mempertimbangkan kemantapan hati. Karena terdapat perbedaan pandangan, jangan menjadikan satu mimpi atau satu perasaan sesaat sebagai kepastian mutlak.
Tentang Doa Istikharah
Doa Istikharah termasuk bacaan yang dianjurkan bagi seorang muslim pada momen seputar sholat, aktivitas harian. Teks Arab di atas kami salin persis dari laman rujukan yang tercantum di bawah, bukan ditulis ulang dari ingatan, sehingga harakat dan susunan katanya dapat Anda bandingkan langsung dengan sumbernya.
Bagi yang belum lancar membaca tulisan Arab, transliterasi latin di atas dapat membantu. Namun perlu diingat bahwa transliterasi hanya alat bantu pengucapan. Belajar membaca teks Arab langsung, misalnya dengan bimbingan guru ngaji, tetap lebih utama agar pelafalan dan panjang pendek bacaannya tepat.
Sumber Rujukan
Catatan redaksi. Teks Arab, latin, dan terjemahan pada halaman ini disalin dari sumber di atas oleh Tim Redaksi Ngajia. Untuk pendalaman fikih dan pembahasan dalilnya, silakan merujuk langsung kepada sumber tersebut atau bertanya kepada ustadz dan kiai yang Anda percaya.