سُبْحَانَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ
Subhânalladzî sakhkhara lanâ hâdzâ wa mâ kunnâ lahû muqrinîna, wa innâ ilâ rabbinâ lamunqalibûna.
"Maha suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami. Padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Sungguh, kami akan kembali kepada Tuhan kami."
Cara dan waktu membaca. Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar mengutip riwayat Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan An-Nasai dari Sayyidina Ali. Urutan lengkapnya: membaca bismillah, lalu doa di atas, lalu Alhamdulillâh tiga kali, lalu Allâhu akbar tiga kali, kemudian ditutup dengan "Subhânaka innî zhalamtu nafsî faghfirlî fa innahû lâ yaghfiruz dzunûba illâ anta" (Maha suci Engkau, sungguh aku menganiaya diriku, maka ampunilah aku. Sungguh, tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau). Bagian awal doa boleh dibaca dengan lafal "Alhamdulillâhilladzî" atau "Subhânalladzî".
Tentang Doa Naik Kendaraan
Doa Naik Kendaraan termasuk bacaan yang dianjurkan bagi seorang muslim pada momen perjalanan, aktivitas harian. Teks Arab di atas kami salin persis dari laman rujukan yang tercantum di bawah, bukan ditulis ulang dari ingatan, sehingga harakat dan susunan katanya dapat Anda bandingkan langsung dengan sumbernya.
Bagi yang belum lancar membaca tulisan Arab, transliterasi latin di atas dapat membantu. Namun perlu diingat bahwa transliterasi hanya alat bantu pengucapan. Belajar membaca teks Arab langsung, misalnya dengan bimbingan guru ngaji, tetap lebih utama agar pelafalan dan panjang pendek bacaannya tepat.
Sumber Rujukan
Catatan redaksi. Teks Arab, latin, dan terjemahan pada halaman ini disalin dari sumber di atas oleh Tim Redaksi Ngajia. Untuk pendalaman fikih dan pembahasan dalilnya, silakan merujuk langsung kepada sumber tersebut atau bertanya kepada ustadz dan kiai yang Anda percaya.